Sinergi TNI‑Pemkab Sumba Tengah: Program Bakti Dukung Ketahanan Pangan Daerah

  • 27 Agt 2026 17:14 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Sumba - Di balik keterbatasan yang dihadapi, tersimpan potensi besar yang siap melejit apabila disokong infrastruktur yang memadai, Kamis  27 Agustus 2026, Aula Kantor Bupati Sumba Tengah menjadi saksi pertemuan penuh makna Bupati Sumba Tengah Drs. Paulus S. K. Limu bersama Wakil Bupati M. Umbu Djoka, S.Hut., M.Si., menerima kunjungan resmi Brigjen TNI Waris Ari Nugroho beserta Tim Peneliti Program Bakti Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) TNI Angkatan Darat. Mereka didampingi dosen dan mahasiswa Universitas Jenderal Ahmad Yani Bandung sebuah langkah nyata menjembatani kepedulian institusi militer, dunia akademik, dan pemerintah daerah demi kemajuan masyarakat di wilayah ini.

Kehadiran tim bergengsi ini disambut hangat dan penuh kebanggaan, turut dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan serta sejumlah pimpinan perangkat daerah Kabupaten Sumba Tengah. Suasana pertemuan berlangsung terbuka dan saling menghargai, menandai awal kerja sama yang diharapkan mampu melahirkan solusi konkret bagi berbagai tantangan pembangunan yang selama ini menjadi beban sekaligus motivasi bagi pemerintah daerah untuk terus berjuang dan tidak menyerah.

Dalam sambutannya, Bupati Paulus S. K. Limu menyampaikan apresiasi mendalam dan rasa syukur atas perhatian yang diberikan kepada daerahnya. “Kedatangan dan kehadiran Bapak dan Ibu merupakan kebanggaan bagi kami. Melalui kehadiran Bapak‑Bapak sekalian, kami juga berharap kehadiran Bapak Presiden,” ujarnya yang tulus menggambarkan betapa besar harapan daerah ini agar tidak lagi terpinggirkan, melainkan dilihat, didengar, dan didukung oleh seluruh jajaran pemerintahan hingga ke tingkat pusat.

Bupati pun berbicara jujur dan terbuka mengenai realitas yang dihadapi Sumba Tengah bukan sekadar daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), melainkan beliau menyebutnya sebagai daerah 5T tertinggal, terluar, terdepan, terkecil APBD‑nya, dan termiskin dengan angka kemiskinan mencapai sekitar 36 persen. Namun pengakuan itu bukan berarti menyerah justru menjadi titik tolak tekad kuat untuk berubah.

“Kami tidak mau menjadi daerah 5T. Kami berniat menjadi daerah penyangga ketahanan pangan di NTT,” ujar beliau, menegaskan visi besar yang dimiliki pemerintah daerah. Kunci utama untuk mewujudkan cita‑cita tersebut, menurut Bupati, adalah ketersediaan air.

Sumba Tengah memiliki potensi lahan sawah yang cukup luas sekitar 10.000 hektare saat ini, dan berpotensi berkembang menjadi 15.000 hingga 20.000 hektare jika tersedia air yang memadai. Dengan dukungan infrastruktur pengairan, pola tanam dapat ditingkatkan dari satu kali menjadi dua hingga tiga kali dalam setahun sebuah lompatan produktivitas yang akan mengubah wajah pertanian dan kesejahteraan masyarakat secara drastis.

Sementara itu, Brigjen TNI Waris Ari Nugroho menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Program Bakti tindak lanjut perintah Kepala Staf Angkatan Darat yang lahir dari pengalaman saat menjabat sebagai Pangdam di NTT. Sebanyak 10 tim telah disebar ke berbagai wilayah Indonesia, berfokus pada tiga hal utama: pembangunan sumur bor dan pompa hidram, pembangunan jembatan, serta peningkatan fasilitas umum.

Tim akan melakukan pendataan langsung di lapangan, menggali aspirasi masyarakat, dan menyusun laporan lengkap untuk disampaikan kepada pimpinan diharapkan kolaborasi antara TNI, akademisi, dan pemerintah daerah. Ini membawa manfaat nyata, mengubah keterbatasan menjadi peluang, dan menjadikan Sumba Tengah bukan sekadar daerah yang menerima bantuan, melainkan daerah yang menyumbang kemandirian pangan bagi seluruh Nusa Tenggara Timur. (YL)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....