Pemuda GBI Bunga Bakung Fatukoa Refleksikan Kemerdekaan Secara Rohani

  • 23 Agt 2026 21:44 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Memaknai kemerdekaan tidak hanya sebatas terbebas dari penjajahan secara fisik, tetapi juga bagaimana seseorang mampu merasakan kemerdekaan dalam kehidupan pribadi dan rohaninya. Hal ini menjadi salah satu pembahasan bersama perwakilan pemuda GBI Bunga Bakung Fatukoa, dalam siaran bersama RRI pada Jumat, 21 Agustus 2026 di RRI Pro 2 Kupang.

Diskusi bertajuk "Merdeka. Now What?" tersebut mengajak generasi muda untuk memahami bahwa kemerdekaan bukan sekadar perayaan seremonial tahunan, melainkan kebebasan rohani untuk memilih hidup secara benar.

Hany Bengu, salah satu narasumber sekaligus dosen ekonomi, menegaskan bahwa kemerdekaan sejati dimulai ketika seseorang merdeka dari tekanan sosial dan pencarian validasi semata. "Bagi saya merdeka itu bukan sekadar bebas melakukan apa saja, melainkan ketika kita punya kebebasan untuk memilih yang benar dan tahu siapa diri kita di hadapan Tuhan," ujar Hani.

Diskusi ini juga menyoroti fenomena toxic comparison dan jebakan media sosial yang sering membuat anak muda merasa tertinggal secara mental maupun finansial. Para narasumber lainnya juga mengingatkan nilai diri seorang anak muda tidak diukur dari standar duniawi seperti jumlah pengikut atau apresiasi publik.

Mengenai pandangan finansial, narasumber sepakat bahwa pemuda Kristen harus realistis memenuhi kebutuhan hidup tanpa harus berhamba pada materi. "Kita memang butuh uang untuk hidup realistis, tetapi jangan sampai menghalalkan segala cara dan menjadikan uang sebagai pusat prioritas hidup," tegas Hany.

Di sisi lain, Steven Baretomenekankan pentingnya keberanian rohani bagi generasi muda agar tidak terkekang oleh ketakutan akan kegagalan atau penilaian orang lain. "Firman Tuhan di Galatia 5 ayat 1 mengingatkan agar kita berdiri teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan, termasuk hamba ketakutan," kata Steven.

Sementara itu, Pendeta Rolland Ignatius Jochanan Justus (Rolland) mengajak pemuda untuk aktif membangun dampak nyata dan menjadi diri sendiri sesuai dengan rancangan Pencipta. "Saat kita jadi diri sendiri sesuai versinya Tuhan, kita bisa jadi berkat buat orang-orang di sekitar tanpa perlu takut melangkah," ungkap Rolan.

Melalui dialog ini, pemuda GBI Bunga Bakung Fatukoa berharap generasi muda Kota Kupang tidak hanya pandai merayakan hari kemerdekaan, tetapi juga berani mengambil peran serta menjadi teladan di lingkungan masing-masing. Kemerdekaan rohani diharapkan mampu mendorong anak muda untuk berkontribusi secara nyata bagi masyarakat dan pelayanan iman. (AK)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....