Kelompok Binaan GMIT Rote Timur Didorong Mandiri dan Produktif
- 20 Agt 2026 10:45 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Rote - Kelompok binaan GMIT Klasis Rote Timur didorong untuk tidak hanya menjadi penerima program, tetapi mampu tumbuh sebagai pelaku ekonomi yang mandiri dan produktif. Dorongan tersebut disampaikan Wakil Bupati (Wabup) Rote Ndao, Apremoi Dudelusy Dethan, saat kegiatan revitalisasi kelompok binaan GMIT Klasis Rote Timur di Desa Serubeba, Kecamatan Rote Timur, Rabu 19 Agustus 2026.
Dalam kegiatan tersebut, Wabup Apremoi menyampaikan materi tentang pendampingan Pemerintah Kabupaten Rote Ndao dalam penguatan basis ekonomi lokal. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, jemaat, komunitas dan berbagai pemangku kepentingan untuk membangun kelompok usaha yang mampu berkembang secara berkelanjutan.
Menurut Wabup Apremoi, pemberian bantuan kepada masyarakat harus dibarengi dengan peningkatan kapasitas. Selain itu, kelompok usaha perlu mendapat dukungan dalam hal akses permodalan, penguatan pasar dan kelembagaan.
Ia menyebut empat aspek tersebut sebagai fokus utama dalam penguatan kelompok binaan, yakni peningkatan kapasitas, akses permodalan, penguatan pasar dan penguatan kelembagaan. Keempatnya dinilai saling berkaitan untuk membangun kelompok usaha yang kuat dan tidak bergantung terus-menerus pada bantuan.
“Yang kita bangun bukan sekadar kelompok penerima bantuan, tetapi kelompok yang memiliki kapasitas, akses modal, akses pasar, dan kelembagaan yang kuat sehingga mampu berdiri dan berkembang secara mandiri,” ucap Wabup Apremoi.
Ia menjelaskan, pemerintah daerah berperan sebagai fasilitator, regulator sekaligus penghubung dalam memperkuat ekosistem ekonomi lokal. Sementara jemaat dan komunitas menjadi pelaku utama usaha, pengelola program sekaligus penerima manfaat.
Untuk memperkuat proses tersebut, pemerintah juga membuka ruang kolaborasi dengan berbagai stakeholder, termasuk lembaga swadaya masyarakat, pihak swasta dan akademisi. Kolaborasi ini diharapkan dapat mendukung pendampingan teknis, riset, inovasi serta membuka akses pasar bagi kelompok binaan.
Apremoi menegaskan, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat. Karena itu, keterhubungan antara pemerintah, jemaat dan stakeholder lainnya menjadi penting agar program pemberdayaan dapat berjalan lebih kuat dan memberikan manfaat nyata.
“Kami harus akui bahwa pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Tetapi ketika pemerintah, jemaat dan stakeholder lain saling terhubung, maka ekosistem pemberdayaan akan menjadi lebih kuat dan manfaatnya bisa kembali kepada masyarakat,” ucap Wabup Apremoi. (LA)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....