FORKOM P2HP Tegaskan Siap Dampingi Perempuan Pesisir
- 19 Agt 2026 12:01 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Rote Ndao – Pendampingan secara langsung dinilai mampu memotivasi perempuan pesisir keluar dari zona kekerasan. Hal itu disampaikan Wakil Sekretaris FORKOM P2HP Elsa Dillak dalam dialog Pro 1 RRI Rote, Selasa, 4 Agustus 2026.
Topik pembahasan berfokus pada upaya peningkatan ekonomi keluarga melalui peran perempuan di kawasan pesisir. Elsa menceritakan banyaknya Kasus KDRT yang menimpa perempuan pesisir akibat ditinggal suami melaut.
Sebagian perempuan terpaksa menjadi kepala keluarga karena suami mereka ditahan di negara tetangga Australia. Ketiadaan keberanian serta adanya ancaman membuat para korban enggan melaporkan kekerasan yang dialami kepada aparat.
"Perempuan pesisir sebenarnya sangat tangguh dalam mengurus rumah tangga meski tanpa kehadiran suami," kata Elsa menjelaskan. Kehadiran organisasi kemasyarakatan sangat penting untuk membangkitkan rasa percaya diri para korban kekerasan.
FORKOM P2HP terus melakukan sosialisasi dan pendekatan kekeluargaan hingga ke wilayah pesisir Desa Oenggae. Pendampingan tidak hanya sebatas pelatihan keterampilan, tetapi juga memberikan penguatan mental bagi anggota kelompok.
"Kami sangat terbuka untuk berkolaborasi dengan lembaga mana saja demi kemajuan Rote Ndao," ujar Elsa. Kerja sama antarlektoral dipandang sebagai langkah nyata dalam melindungi serta memperjuangkan hak-hak perempuan.
Elsa berharap seluruh dinas terkait dan mitra lembaga non-pemerintah tidak menghentikan program pendampingan di pesisir. Keberlanjutan program dinilai sangat penting agar seluruh desa di Rote Ndao dapat berkembang secara merata. (NLL)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....