Camat Welak Dorong Penanganan ODGJ yang Inklusif dan Humanis di tengah Masyarakat
- 13 Agt 2026 09:47 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Pemerintah Kecamatan Welak, Kabupaten Manggarai Barat, menaruh perhatian serius terhadap penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) guna menghapus stigma negatif di tengah masyarakat. Dalam wawancara kepada RRI pada Selasa, 11 Agustus 2026, Camat Welak, Hirebertus Manggas, menegaskan pentingnya pemetaan data yang akurat agar pelayanan medis maupun rehabilitasi sosial dapat berjalan secara terstruktur.
"Untuk Kecamatan Welak, ODGJ-nya itu kurang lebih 68 orang," ujar Hirebertus Manggas saat diwawancarai oleh RRI Pro 2 Kupang.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, pemicu gangguan jiwa di wilayah tersebut sangat beragam dan tidak selalu didasari oleh faktor ekonomi semata. Kondisi ini sering diperparah oleh keterlambatan penanganan akibat pandangan keliru masyarakat yang masih menganggap gangguan mental sebagai sebuah aib.
"Sebagian besar masyarakat masih memandang bahwa gangguan mental sebagai kutukan atau aib begitu yang membuat keluarga kerap menyembunyikan penderita," ungkapnya.
Dalam upaya mengoptimalkan pelayanan, pihak kecamatan menghadapi sejumlah kendala teknis maupun sosial di tingkat lokal. Keterbatasan tenaga medis terlatih serta jauhnya akses menuju fasilitas kesehatan rujukan menjadi tantangan utama yang harus segera diatasi.
"Tantangan yang paling dirasakan itu mungkin kendala logistik, terbatas obat, terus ketersediaan fasilitas sebagai akses rujukan sangat jauh," ucap Camat Welak tersebut.
Guna mengatasi hambatan geografis dan operasional, Pemerintah Kecamatan Welak menekankan pentingnya sinergi serta koordinasi yang kuat antarinstansi. Kehadiran lintas sektor, mulai dari TNI-Polri, Puskesmas, hingga pemerintah desa, dinilai sangat krusial terutama saat proses evakuasi dan pendampingan warga.
"Penanganan ODGJ ini tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja, tentu peran camat di sini sebagai koordinator wilayah sangat penting sekali," tuturnya.
Selain intervensi medis, dukungan edukasi kepada pihak keluarga juga terus diperkuat melalui program posyandu jiwa dan pemantauan rutin. Menurutnya, dukungan kepada keluarga juga menjadi bagian penting dalam penanganan ODGJ, termasuk melalui kunjungan rumah, pemantauan kesehatan jiwa, edukasi keluarga, serta penguatan literasi kesehatan mental.
Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman keluarga dalam merawat pasien serta memastikan kepatuhan minum obat secara teratur. "Edukasi saya rasa ini penting sekali untuk melatih keluarga pasien, memantau kepatuhan minum obat, dan literasi kesehatan mental untuk mengurangi stigma negatif," jelasnya.
Komitmen pelayanan ini lahir dari kesadaran mendalam akan pentingnya menjunjung tinggi hak asasi serta martabat setiap warga negara tanpa membeda-bedakan. Pendekatan yang humanis diharapkan dapat membuka ruang bagi para penderita ODGJ untuk kembali berinteraksi secara wajar di lingkungan sosialnya.
"Persoalan ODGJ ini bukan sekadar tugas pemerintah atau jabatan, tapi bagaimana soal bicara kemanusiaan yang membutuhkan penerimaan dan penghargaan," tegas Hibertus.
Sebagai langkah jangka panjang, Pemerintah Kecamatan Welak mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menghentikan praktik diskriminasi dan mulai membangun lingkungan yang inklusif. Pendeteksian dini serta kerja sama yang solid menjadi kunci utama dalam mewujudkan pemulihan kesehatan mental masyarakat secara berkelanjutan.
"Mari kita hapus stigma dan diskriminasi, perkuat lintas sektor, serta lakukan skrining awal sejak dini," tutup Hirebertus di akhir sesi. (AK)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....