Energi Terbarukan Solusi Pembangunan Berkelanjutan di NTT
- 02 Agt 2026 14:24 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Krisis air bersih yang masih membayangi sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT) kini mulai terurai melalui pemanfaatan energi terbarukan berbasis tenaga surya. Organisasi nirlaba Solar Chapter hadir memfasilitasi masyarakat lokal untuk menghadirkan teknologi pompa air bertenaga matahari sejak tahun 2017.
Nusa Tenggara Timur dikenal memiliki tingkat radiasi sinar matahari yang sangat tinggi dibandingkan daerah lain di Indonesia. Potensi limpahan energi surya tersebut dimaksimalkan untuk menggerakkan mesin pompa tanpa bergantung pada jaringan listrik konvensional.
Dalam wawancara bersama RRI pada Jumat, 31 Juli 2026, Head of Communications Solar Chapter, Aini Rahmi Mutia, menyampaikan sinar matahari di NTT bukan lagi sekadar tantangan cuaca panas, melainkan kunci jawaban atas keterbatasan akses air. "Matahari yang melimpah ini bukan hanya membuat panas, tetapi sebenarnya menjadi solusi paling efektif untuk membawa air dari sumbernya ke pemukiman warga," ujar Aini.
Menurutnya, pemanfaatan energi matahari menjadi relevan dengan kondisi geografis NTT, terutama karena banyak sumber mata air berada di lokasi yang lebih rendah dibandingkan permukiman warga. Melalui panel surya, energi matahari digunakan untuk menggerakkan pompa sehingga air dapat dialirkan dari sumber mata air menuju titik penampungan dan kemudian didistribusikan kepada masyarakat.
Sistem yang diterapkan Solar Chapter bersifat efisien karena memanfaatkan bak penampung air di titik tertinggi alih-alih menggunakan baterai penyimpan listrik yang mahal. Melalui mekanisme penampungan ini, pasokan air bersih tetap dapat mengalir secara stabil ke rumah warga bahkan pada malam hari.
Selain penerapan teknologi, keberlanjutan program ini bertumpu pada kolaborasi gotong royong serta skema pendanaan campuran bersama pemerintah desa. "Kami tidak bekerja sendiri, melainkan memfasilitasi masyarakat secara aktif melalui alokasi Dana Desa dan swadaya agar timbul rasa kepemilikan yang kuat," kata Aini.
Aini menjelaskan, Solar Chapter tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga mendorong terbentuknya sistem yang dapat dipelihara dan dikembangkan oleh masyarakat secara berkelanjutan. “Kita fokusnya tidak hanya di pembangunan infrastruktur, tapi pembangunan sistem,” jelasnya, mulai dari pemanfaatan data, pembangunan infrastruktur, hingga penguatan kapasitas masyarakat.
Dalam penerapannya, Solar Chapter juga mengombinasikan teknologi dengan potensi lokal yang dimiliki masyarakat, termasuk semangat gotong royong dan pemanfaatan dana desa. Aini mengungkapkan keterlibatan masyarakat sejak awal penting untuk membangun rasa kepemilikan sehingga sistem air yang telah dibangun dapat dijaga dan dimanfaatkan dalam jangka panjang.
Pemanfaatan energi surya juga dinilai memiliki manfaat ekonomi karena setelah investasi awal pembangunan dilakukan, kebutuhan terhadap bahan bakar seperti bensin atau diesel dapat ditekan. “Kalau dihitung-hitung memang pompa tenaga surya ini jauh lebih murah,” kata Aini, seraya menekankan pentingnya perawatan panel agar sistem tetap berfungsi dengan baik.
Hingga saat ini, Solar Chapter telah mengintervensi 33 desa di tujuh kabupaten se-NTT dan tengah bersiap memperluas jangkauan ke 12 desa baru. Pihaknya menetapkan target jangka panjang untuk menjangkau hingga 300 desa terpencil pada tahun 2030 mendatang.
Pemanfaatan energi bersih ini terbukti mampu mendongkrak kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan sektor pertanian dan kesehatan keluarga. Akses air yang memadai kini menjadi fondasi utama mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang berdampak nyata bagi generasi mendatang di bumi Flobamora.
Aini berharap masyarakat NTT semakin menyadari bahwa energi surya merupakan potensi besar yang dapat dimanfaatkan untuk mendekatkan akses air, mendukung pertanian, meningkatkan produktivitas, serta mendorong peningkatan taraf hidup masyarakat secara berkelanjutan. (AK)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....