BPMP dan Pemda Bersinergi Atasi Tantangan Sekolah 3T di NTT

  • 02 Agt 2026 14:08 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Akselerasi pemerataan mutu pendidikan di daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) di Nusa Tenggara Timur memerlukan komitmen dan kolaborasi lintas sektor yang kuat antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat. Hal tersebut ditegaskan oleh Kasubbag Umum Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi NTT, Isak Bana, S.Sos., M.A.P., dalam Obrolan Akamsi di Pro 4 RRI Kupang, Kamis, 23 Juli 2026.

Isak mengungkapkan bahwa kondisi geografis dan keterbatasan infrastruktur di NTT masih menjadi tantangan nyata. Oleh karena itu, BPMP NTT memosisikan diri sebagai mitra strategis Pemerintah Daerah (Pemda) untuk mendampingi pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang pendidikan.

"Kami tidak bisa berjalan sendiri. BPMP hadir mendampingi Pemda di kabupaten/kota untuk membaca Rapor Pendidikan daerah masing-masing, sehingga intervensi anggaran dan program yang direncanakan tepat sasaran untuk sekolah-sekolah di wilayah 3T," kata Isak.

Dalam upaya mengikis ketimpangan mutu, BPMP NTT terus mengawal pelaksanaan berbagai program prioritas nasional agar dampaknya terasa langsung oleh satuan pendidikan di pelosok NTT, di antaranya:

  • Digitalisasi Sekolah: Penyaluran bantuan perangkat teknologi serta pendampingan pemanfaatan platform digital untuk mengakselerasi akses materi belajar guru dan siswa di daerah terpencil.
  • Program Sekolah Penggerak: Mendorong kepemimpinan sekolah dan transformasibudaya belajar yang fokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik.
  • Penguatan Literasi dan Numerasi: Pendistribusian buku-buku bacaan berkualitas serta pelatihan guru dalam menerapkan metode pembelajaran yang adaptif.

Selain program dari pusat, BPMP NTT mendorong Pemda untuk memberikan perhatian khusus pada alokasi anggaran APBD bagi pemenuhan sarana dan prasarana dasar sekolah 3T, mulai dari ketersediaan ruang kelas yang layak, akses listrik, hingga jaringan internet. Ia menambahkan, kunci dari keberhasilan pembenahan sekolah 3T adalah sinergi bersama antara BPMP, Dinas Pendidikan, Komite Sekolah, hingga tokoh masyarakat setempat.

"Peningkatan mutu di daerah 3T butuh proses dan pendampingan yang konsisten. Ketika Pemda, BPMP, dan sekolah memiliki komitmen yang sama berdasarkan data Rapor Pendidikan, ketimpangan kualitas pendidikan di NTT secara bertahap bisa kita tuntaskan bersama," pungkasi Isak. (TT)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....