K-SIGN Rote Ndao Siap Dorong Kemandirian Garam dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah

  • 31 Jul 2026 18:33 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Rote - Pembangunan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Kabupaten Rote Ndao terus menunjukkan progres positif. Pemerintah menargetkan kawasan industri tersebut mulai memproduksi garam pada September 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian garam nasional.

Komitmen tersebut ditegaskan Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan, saat meninjau langsung lokasi pembangunan K-SIGN di Rote Ndao, Kamis, 30 Juni 2026. Menurutnya, kawasan industri garam ini memiliki peran strategis dalam mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor garam.

Selain mendukung ketahanan pangan, K-SIGN juga diproyeksikan menjadi penggerak ekonomi daerah. Kehadiran kawasan industri tersebut diharapkan membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah pesisir Rote Ndao.

Pemerintah juga menyiapkan program pelatihan dan sertifikasi bagi tenaga kerja lokal melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan. Langkah itu dilakukan agar masyarakat memiliki kompetensi dalam mengelola industri garam modern yang berdaya saing.

"Kalau kawasan ini berhasil, bukan hanya Rote yang maju, Indonesia akan semakin mandiri memenuhi kebutuhan garamnya, impor bisa terus ditekan, ekonomi daerah tumbuh, dan masyarakat pesisir memperoleh manfaat yang nyata," ujar Zulkifli Hasan.

Saat ini pembangunan K-SIGN telah memasuki Tahap II dengan pengembangan lahan seluas 751,32 hektare. Total kawasan yang telah dibangun mencapai 1.368,25 hektare dan masih berpotensi diperluas hingga 10.764 hektare melalui kolaborasi pemerintah dengan sektor swasta.

Kawasan industri tersebut dirancang sebagai pusat produksi garam modern dengan target produktivitas mencapai 200 ton per hektare per tahun. Garam yang dihasilkan ditargetkan memiliki kadar Natrium Klorida (NaCl) hingga 97 persen sehingga mampu memenuhi kebutuhan industri maupun konsumsi nasional. (LA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....