Pembelajaran STEAM Melatih Budaya Pemecahan Masalah Anak Dini
- 31 Jul 2026 17:49 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Rote Ndao – Metode pembelajaran berbasis proyek terbukti efektif merangsang daya pikir kritis serta kemandirian anak. Hal itu disampaikan Kepala Sekolah SD Tefila Ardi Silla dalam Dialog Rote Menyapa Pagi Pro 1 RRI Rote, Rabu, 29 Juli 2026.
Ardi menjelaskan bahwa konsep STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Math) membawa pembelajaran keluar dari sekadar hafalan teori di kelas. Siswa dibiasakan merancang produk nyata yang dapat menjadi solusi atas permasalahan lingkungan sekitar.
"Murid dilatih sejak dini agar terbiasa memberi dampak bagi komunitas di luar sekolah," ujar Ardi. Ia menambahkan bahwa potensi dasar menciptakan karya sesungguhnya sudah ada di dalam diri anak.
Inisiator Rote Science Club Aplonia Adriana Mozes menilai anak perlu difasilitasi mempraktikkan sains secara langsung. Sains tidak boleh lagi dianggap sebagai subjek yang terlampau rumit atau menakutkan.
"Kami menghadirkan sains dalam proyek nyata yang bisa dilihat dan menyenangkan," kata Aplonia. Ia menegaskan bahwa rasa ingin tahu anak harus terus dijaga agar berkembang.
Melalui wadah pembelajaran terbuka ini, diharapkan terbangun sinergi jangka panjang antarpendidik di Rote Ndao. Jejaring komunikasi sekolah dipastikan tetap berjalan berkesinambungan setelah kegiatan pameran berakhir.
Gelaran STEAM Jambore 2026 dipusatkan di kompleks SD Tefila, Desa Kuli, Kecamatan Lobalain pada Jumat, 31 Juli 2026. Panitia berharap ajang ini dapat memicu lahirnya pemecah masalah baru di daerah. (NLL)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....