YLAI Gelar Pelatihan Membaca Berimbang Perkuat Literasi Guru di Sumba Tengah

  • 27 Jul 2026 14:46 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Sumba - Pelatihan Program Membaca Berimbang bagi guru kelas awal dan kepala sekolah resmi digelar selama tiga hari, mulai Senin hingga Rabu, 27–29 Juli 2026, di Makatul. Kegiatan ini melibatkan tujuh sekolah penerima program sebagai upaya memperkuat kapasitas kepala sekolah serta guru kelas 1 hingga kelas 3 guna mendukung percepatan peningkatan literasi murid kelas rendah Sekolah Dasar.

Kegiatan dibuka oleh Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sumba Tengah, Dominikus Siliwolu, S.Pd. Turut hadir Kepala Bidang Stepanus Ndapamerang, S.Kom., M.M., Program Manager YLAI Sumba Benny Johan, serta Training and MERL Coordinator YLAI, Eka Yuliati. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menunjukkan adanya komitmen bersama pemerintah Kabupaten Sumba Tengah dan mitra Pendidikan dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan melalui penguatan kemampuan menerapkan pendekatan membaca berimbang bagi guru di sekolah dasar.

Pelatihan ini merupakan bagian dari Program Membaca Berimbang yang dirancang agar guru mampu menerapkan pembelajaran membaca secara terstruktur, bermakna, dan sesuai dengan kebutuhan murid kelas awal. Pendekatan Literasi kelas awal ini diharapkan dapat memberikan dasar pemahaman membaca dengan pendekatan kelas yang lebih ramah anak dan akan berkontribusi langsung kepada pencapaian hasil akhir belajar siswa.

Dalam sambutannya, Dominikus Siliwolu menegaskan bahwa tugas guru tidak hanya menyampaikan ilmu pengetahuan dan hafalan, melainkan mendidik setiap murid agar mampu mengembangkan potensi terbaiknya. Menurutnya, pendidikan yang berkualitas harus berpusat pada perkembangan anak dengan tetap menjaga standar pembelajaran yang tinggi di setiap ruang kelas.

Ia juga menekankan pentingnya peran Fasilitator Daerah (Fasda) sebagai aset dalam penguatan mutu pendidikan. Dinas Pendidikan akan mendukung Keberadaan Fasda dengan menerbitkan Surat Keputusan (SK) sehingga para Fasilitator dapat mendiseminasikan praktik-praktik baik di sekolah binaan ke sekolah non binaan YLAI.

Dominikus juga berharap Program Membaca Berimbang tidak hanya diterapkan pada kelas 1 hingga 3, tetapi dapat diperluas hingga kelas 4 sampai kelas 6 agar pelaksanaannya lebih menyeluruh serta memperkuat para peserta didik sekolah dasar secara utuh. Dengan demikian dapat mendorong kemajuan pendidikan di Sumba Tengah.

Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah menilai pelaksanaan pelatihan oleh Yayasan Literasi Anak Indonesia (YLAI) merupakan bentuk kepedulian terhadap peningkatan kualitas pendidikan melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dan organisasi nonpemerintah. Kerja sama tersebut diharapkan mampu memperkuat kapasitas tenaga pendidik sebagai strategi meningkatkan literasi dan numerasi di daerah yang masih menghadapi tantangan berdasarkan hasil rapor pendidikan.

Melalui pelatihan ini, pemerintah kabupaten Sumba Tengah bersama lembaga mitra YLAI mengharapkan kepala sekolah dan guru dari tujuh sekolah penerima program agar mampu mengimplementasikan strategi membaca berimbang secara konsisten di lingkungan sekolah masing-masing. Dengan demikian, anak-anak di kelas awal dapat memiliki fondasi membaca yang kuat sehingga mampu meningkatkan prestasi belajar sekaligus mendukung upaya peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Sumba Tengah (Jl)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....