Ketua Pengprov Pordasi Nasional Ingatkan Hindari Penggunaan Doping Kuda

  • 07 Jul 2026 15:53 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Sumba - Ketua Pengprov Federasi Nasional Pordasi Pacu Nusa Tenggara Timur, Dr. Umbu Rudi Kabunang, mengingatkan masyarakat untuk menghindari penggunaan Doping Kuda Pacu. Umbu Rudi Kabunang juga menegaskan agar seluruh pemilik kuda menjaga sportivitas dengan tidak menggunakan doping terhadap kuda pacu yang akan mengikuti seluruh rangkaian kompetisi.

"Saya berharap para pemilik kuda tidak menggunakan doping. Supaya sportivitas dalam turnamen tetap terjaga dan kuda-kuda kita bisa lolos ke ajang yang lebih tinggi, mulai Kejurnas, Pra PON hingga PON. Selain dapat terdeteksi saat seleksi, penggunaan doping juga berdampak buruk bagi kesehatan kuda maupun keturunannya," katanya.

Menurutnya, penggunaan doping membawa berbagai konsekuensi serius, baik terhadap kesehatan kuda maupun masa depan olahraga pacuan kuda. Obat pereda nyeri dapat menyamarkan cedera sehingga kuda tetap dipacu dalam kondisi mengalami keretakan tulang atau gangguan sendi yang berpotensi menyebabkan patah tulang fatal saat berlomba.

Zat stimulan juga dapat memaksa jantung bekerja secara berlebihan sehingga memicu pembengkakan jantung, serangan jantung, bahkan kematian mendadak.

Selain itu, zat kimia sintetis yang digunakan sebagai doping dapat merusak fungsi hati dan ginjal, memicu toksisitas darah akibat penggunaan zat penambah darah seperti kobalt klorida, hingga menyebabkan perubahan perilaku kuda menjadi agresif, cemas, atau mengalami depresi setelah efek obat menghilang.

Tidak hanya merugikan kesehatan hewan, praktik doping juga berdampak besar terhadap pemilik maupun insan pacuan kuda. Pelanggaran dapat berujung pada diskualifikasi, pencabutan gelar juara, sanksi denda, skorsing bagi pemilik, pelatih maupun joki, bahkan larangan beraktivitas di dunia pacuan kuda.

Penggunaan Doping terhadap kuda pacu juga berdampak terhadap Reputasi pemilik ikut tercoreng, nilai jual kuda menurun, sponsor menjauh, dan yang paling penting mencederai nilai sportivitas serta kredibilitas olahraga pacuan kuda Indonesia. (Jl)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....