Philip Hendrikus Ola Bawa Aspirasi Daerah Melalui Parlemen Remaja
- 30 Jun 2026 11:35 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Ruang sidang paripurna DPR RI yang biasa diisi oleh para politisi senior, menjadi saksi bisu bagi kiprah gemilang Philip Soubiris Hendrikus Ola, siswa SMA Katolik Giovanni Kupang. Remaja yang akrab disapa Hendrik ini berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan terpilih sebagai salah satu legislator muda dalam ajang Parlemen Remaja perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) 2025.
Dalam wawancara di RRI pada Senin, 29 Juni 2026, Hendrik mengaku sangat bahagia dan bangga karena bisa terpilih dari ribuan pendaftar yang bersaing ketat untuk memperebutkan kursi parlemen simulasi tersebut. Kesempatan tersebut tidak hanya memberinya pengalaman mengikuti simulasi kerja parlemen di Gedung DPR RI, tetapi juga menjadi ruang bagi Philip untuk menyuarakan aspirasi generasi muda NTT di tingkat nasional.
Keberhasilan tersebut tidak lepas dari gagasan brilian yang ia tuangkan dalam sebuah esai inovatif mengenai pemanfaatan limbah lokal di daerahnya. Melalui ide kreatifnya, Hendrik menawarkan konsep konversi kotoran hewan ternak menjadi sumber energi alternatif sebagai solusi untuk bumi Flobamora.
Gagasan bertajuk 'Rumah Ternak Edukasi' tersebut ia susun berdasarkan potensi riil yang ia amati langsung di lingkungan wilayah Nusa Tenggara Timur. "Saya melihat ada sebuah potensi di Nusa Tenggara Timur yaitu pengubahan kotoran hewan ternak menjadi sumber energi terbarukan," jelas siswa kelas 12 tersebut.
Kini melalui perannya sebagai Parlemen Remaja, Philip bersama rekan-rekannya mengusung visi meningkatkan literasi politik dan hukum di kalangan anak muda melalui konten edukatif di media sosial. Selain itu, mereka juga berkomitmen mempersiapkan generasi penerus Parlemen Remaja agar semakin banyak pelajar NTT mampu membawa aspirasi daerah hingga ke Gedung Senayan.
"Kami ingin membuat konten edukatif tentang politik dan menunjukkan potensi NTT. Tahun ini kami juga ingin menyiapkan perwakilan terbaik agar aspirasi NTT terus terdengar di tingkat nasional," ujarnya.
Menurutnya, generasi muda saat ini memegang peranan yang sangat krusial dalam menyaring informasi demi menjaga keutuhan dan persatuan bangsa. "Maka menurut saya generasi muda mempunyai peran yang sangat penting dalam menjaga persatuan di negara kita," tegas pemenang lomba debat bahasa Indonesia ini.
Bagi Philip, keberhasilannya lolos sebagai Parlemen Remaja merupakan pencapaian yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Ia mengaku persaingan yang dihadapi sangat ketat karena ribuan pelajar dari seluruh Indonesia mengikuti proses seleksi setiap tahunnya.
Selama mengikuti kegiatan di DPR RI, Philip memperoleh pengalaman berharga dalam memahami proses penyusunan sebuah undang-undang. Ia mengikuti simulasi mulai dari pembahasan di tingkat fraksi, rapat kerja bersama kementerian terkait, hingga pengambilan keputusan melalui sidang paripurna, sehingga memahami pentingnya musyawarah dalam proses legislasi.
"Yang paling berkesan bagi saya adalah bagaimana menyatukan aspirasi anak-anak muda dari seluruh Indonesia. Saya juga jadi tahu bahwa membuat undang-undang tidak semudah yang dibayangkan karena harus melalui banyak tahapan dan menghargai pendapat setiap daerah," ungkap Philip.
Sepulang dari Jakarta, Philip tidak berhenti menjalankan perannya sebagai agen perubahan. Ia aktif mengedukasi masyarakat melalui media sosial, menjadi mentor bagi calon peserta Parlemen Remaja, sekaligus terlibat dalam berbagai kegiatan sosial dan pendidikan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Philip berharap semakin banyak pelajar NTT berani mengambil kesempatan mengikuti Parlemen Remaja sebagai wadah belajar demokrasi dan kepemimpinan. "Semua orang bisa menjadi remaja, tetapi tidak semua bisa menjadi Parlemen Remaja. Karena itu, manfaatkan kesempatan ini untuk belajar, membawa aspirasi daerah, dan mengharumkan nama Nusa Tenggara Timur," tutupnya. (AK)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....