Pemprov NTT Ajak Masyarakat Perangi KGBO Melalui Siber Sehat
- 27 Jun 2026 12:11 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur mendorong masyarakat memanfaatkan program Siber Sehat sebagai upaya memerangi kekerasan gender berbasis online. Program ini tidak hanya fokus pada literasi digital, tetapi membangun keberanian perempuan dan anak sebagai korban perundungan untuk melapor.
“Kami terus menerus edukasi dan dorong, bahwa bukan sesuatu yang aib ketika perempuan atau anak dibully di media sosial. Untuk itu, kami terus mendorong agar mereka melaporkan sehingga didampingi agar menjadi sehat dan semangat kembali,” kata Kabid Layanan E-Government, Dinas Kominfo NTT, Maria Kiak kepada RRI, Kamis, 25 Juni 2026.
Kabid Layanan E-Government, Maria Kiak mengajak korban perundungan untuk melaporkan ke satgas Siber Sehat NTT guna mendapatkan ditangani. Ia mengimbau masyarakat untuk tidak terpancing komentar-komentar negatif, sebaliknya menyimpan bukti percakapan sebagai bahan pendukung dalam proses penanganan kasus.
“Jika yang bersangkutan menjadi korban perundungan siber atau KGBO yang perlu dilakukan adalah jangan merasa ketakutan atau panik, dan jangan membalas. Simpan semua bukti perundungan, kekerasan yang dialami mulai dari nama akun, waktu kejadian, kondisi terjadi dalam format seperti apa untuk dilaporkan ke Siber Sehat NTT,” ucap Maria Kiak.
Kerja sama antarpemangku kepentingan, dijelaskan Maria Kiak, dapat menjadi kunci dalam memerangi berbagai ancaman digital yang terjadi. Menurutnya kolaborasi pentahelix dapat mempercepat keberhasilan Siber Sehat untuk mencipatkan ekosistem digital yang inklusif bagi masyarakat khususnya anak-anak.
“Kami menyadari bahwa menghadirkan ruang digital yang sehat membutuhkan kerja kolaborasi. Pemerintah sebagai regulatornya, lalu ada keluarga sebagai pelindung utama bagi anak kita, dunia pendidikkan, dan komunitas sebagai pengawas sosial,” ucap Kabid Layanan E-Government Maria Kiak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....