Komunitas Baca Komik Lokal Suarakan Warna Baru Gerakan Literasi Lintas Generasi
- 17 Jun 2026 17:35 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID,Kupang - Komunitas Baca Komik Lokal (BKL) terus memperluas gerakannya dalam memperkenalkan komik karya anak bangsa kepada masyarakat. Melalui berbagai kegiatan literasi, komunitas ini tidak hanya mengajak masyarakat membaca komik, tetapi juga mengenalkan beragam genre dan kekayaan cerita yang dimiliki komik Indonesia.
Kepada RRI dalam obolan Kita Indonesia pada Senin, 16 Juni 2026, Inisiator dan Ketua Baca Komik Lokal, Akhfi, menjelaskan komunitas BKL lahir dari kecintaannya terhadap komik Indonesia dan keinginan untuk berbagi bacaan dengan masyarakat. Menurutnya, masih banyak orang yang belum mengetahui bahwa komik lokal memiliki kualitas cerita dan ilustrasi yang mampu bersaing dengan komik luar negeri.
“Ternyata penggemar komik Indonesia banyak sekali di berbagai daerah. Karena itu kami ingin menghadirkan ruang untuk saling berbagi dan mengenalkan karya-karya komikus Indonesia,” ujarnya.
Akhfi mengungkapkan salah satu keunggulan komik Indonesia adalah keberagaman genre yang ditawarkan kepada pembaca. Mulai dari kisah kehidupan sehari-hari (slice of life), petualangan, fantasi, fiksi ilmiah, drama keluarga, sejarah, budaya, hingga cerita bertema pendidikan dan sosial dapat ditemukan dalam karya-karya komikus lokal.
Variasi tersebut membuat komik Indonesia mampu menjangkau berbagai kalangan pembaca. Perkembangan komunitas ini juga terbilang sangat masif karena informasi yang tersebar cepat melalui media sosial hingga berhasil membentuk jejaring di berbagai kota besar.
Beberapa judul komik yang direkomendasikan kepada pembaca pemula antara lain Mencari Kopi Flores karya Beng Rahadian yang mengangkat perjalanan di Nusa Tenggara Timur, Pupus Putus Sekolah karya Kurnia Harta Winata yang sarat pesan pendidikan, serta sejumlah komik bertema budaya, sejarah, dan kehidupan sosial yang tersedia dalam koleksi komunitas. Kehadiran karya-karya tersebut menunjukkan bahwa komik Indonesia memiliki tema yang luas dan relevan dengan berbagai kelompok pembaca.
Afki menambahkan kosistem komik Indonesia dari tahun 2010 hingga sekarang mengalami kemajuan signifikan dengan variasi gaya gambar dan cerita yang semakin kaya di toko-toko buku. Gerakan sukarela ini mengusung konsep inklusif di mana pengunjung yang datang tidak diwajibkan membawa buku sendiri demi mempermudah akses membaca bagi pemula.
Sementara Humas Baca Komik Lokal, Muhammad Daris Kholisuddin, mengatakan komik lokal Indonesia tidak kalah menarik dibandingkan manga Jepang maupun komik Barat. Ia menilai kekuatan utama komik lokal terletak pada kedekatan cerita dengan kehidupan masyarakat Indonesia serta keberagaman latar budaya daerah yang diangkat dalam setiap karya.
“Komik Indonesia memiliki cerita yang sangat beragam. Banyak karya yang mengangkat budaya, sejarah, hingga persoalan sosial yang dekat dengan kehidupan kita sehari-hari,” jelasnya. Hingga saat ini, jaringan Baca Komik Lokal telah merambah ke berbagai wilayah di Indonesia termasuk ekspansi ke luar Pulau Jawa seperti Makassar dan Kota Kupang.
"Semangat terbesarnya adalah berbagi, yang penting baca bareng aja dulu karena PR-nya adalah inisiator di tiap daerah memang harus punya katalog komik yang gede," tegas konten
Di sisi yang lain, Kontributor Daerah Cabang Kupang, Wedya Dhaneswara melihat komik sebagai media literasi yang efektif untuk menarik minat baca generasi muda. Komik mampu menyampaikan informasi dan nilai-nilai pendidikan dengan cara yang lebih ringan dan mudah dipahami.
“Komik bisa menjadi pintu masuk untuk menumbuhkan minat baca. Apalagi banyak komik Indonesia yang mengangkat cerita lokal dan pengalaman yang dekat dengan kehidupan masyarakat,” katanya. Melalui kegiatan membaca bersama, pojok baca komik, hingga kolaborasi dengan komunitas literasi, Baca Komik Lokal berharap semakin banyak masyarakat mengenal dan mengapresiasi komik Indonesia.
Semangat duplikasi ke daerah-daerah ini akhirnya disambut baik di Nusa Tenggara Timur untuk membangun basis pembaca baru di ruang-ruang publik. Melalui kehadiran lapak baca di Kupang, komunitas ini juga menyimpan misi besar untuk menjaring dan melahirkan bakat-bakat ilustrator baru dari Indonesia Timur.
“Harapan kami sederhana, semakin banyak orang membaca dan mengenal komik lokal. Dari situ akan tumbuh dukungan yang lebih besar bagi para komikus dan perkembangan industri komik Indonesia,” tutup Wedya. (AK)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....