Kenaikan Pertamax Picu Antrean Panjang BBM di Kupang
- 10 Jun 2026 22:19 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID,Kupang - Hari ini, 10 Juni 2026, menjadi hari pertama pemberlakuan kenaikan harga BBM jenis Pertamax di sejumlah wilayah Indonesia. Harga Pertamax yang sebelumnya dibanderol Rp12.300 per liter kini melonjak menjadi Rp16.250 per liter atau naik sekitar 32,1 persen.
Dampak kenaikan tersebut langsung terlihat di sejumlah SPBU sekitar Kota Kupang dengan antrean kendaraan roda dua yang cukup panjang pada jalur pengisian Pertalite. Banyak pengendara memilih beralih menggunakan Pertalite karena selisih harga Pertamax dinilai semakin memberatkan pengeluaran harian masyarakat.
Seorang petugas SPBU yang enggan disebutkan namanya mengatakan lonjakan antrean kemungkinan besar dipicu oleh kenaikan harga Pertamax yang terlalu tinggi. Menurutnya, masyarakat kini lebih memilih mencari alternatif BBM yang lebih terjangkau demi menghemat biaya operasional kendaraan.
Petugas tersebut juga mengungkapkan bahwa kuota BBM Pertalite di SPBU tempatnya bertugas mengalami pengurangan hingga lima puluh persen dibandingkan sebelumnya. Jika biasanya SPBU menerima pasokan sebanyak 16 ton perhari, kini kuota yang diterima hanya sekitar 8 ton untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa pola distribusi yang terbatas menyebabkan pengisian untuk kendaraan roda dua dan roda empat harus dilakukan secara bergantian. Kondisi tersebut mengakibatkan salah satu jalur pengisian sering terlihat kosong bukan karena tidak ada peminat, melainkan akibat keterbatasan pasokan BBM yang tersedia.
Pada Rabu malam sekitar pukul 18.30 WITA di salah satu SPBU kawasan Oesapa, stok Pertalite dan Pertamax untuk kendaraan roda empat terpantau kosong. Sementara itu, antrean Pertalite kendaraan roda dua masih berlangsung dengan jumlah kendaraan diperkirakan mencapai 70 hingga 80 unit.
Beruntung SPBU tersebut memiliki dua nozzle pengisian untuk kendaraan roda dua sehingga pelayanan tetap dapat berlangsung meskipun membutuhkan waktu cukup lama. Para pengendara harus menghabiskan waktu antara 45 menit hingga satu jam untuk mendapatkan BBM yang mereka butuhkan.
Seorang warga bernama Mince mengaku merasakan langsung dampak kenaikan harga Pertamax terhadap pengeluaran keluarganya sehari-hari. "Biasanya isi tiga puluh ribu atau tiga puluh lima ribu sudah penuh motor kecil, sekarang hampir lima puluh ribu baru penuh, jadi harus lebih hemat dan keluar hanya untuk keperluan penting," ungkapnya kepada RRI.co.id.
Keluhan serupa juga disampaikan Meddi, warga Kabupaten Sabu Raijua, melalui sambungan telepon kepada RRI.co.id terkait kondisi di daerahnya. Ia mengatakan masyarakat Sabu Raijua lebih sering menggunakan Pertamax karena Pertalite sangat jarang tersedia dan cepat habis ketika pasokan masuk.
Menurut Meddi, kenaikan harga Pertamax menjadi Rp16.250 per liter sangat membebani kondisi ekonomi masyarakat yang penghasilannya pas-pasan. Apalagi dalam waktu bersamaan banyak keluarga sedang mempersiapkan kebutuhan biaya pendaftaran sekolah anak-anak menjelang tahun ajaran baru.
Ia berharap situasi geopolitik dunia yang memengaruhi harga minyak dapat segera membaik sehingga harga BBM kembali stabil. Masyarakat juga berharap pemerintah dapat memastikan ketersediaan pasokan BBM tetap terjaga agar antrean panjang tidak semakin menyulitkan aktivitas sehari-hari warga. (AN)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....