YLAI Perkuat Program Membaca Berimbang Tujuh Sekolah di Sumba Tengah

  • 09 Jun 2026 12:46 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Sumba - Yayasan Literasi Anak Indonesia (YLAI) bersama Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah dan Dinas Pendidikan setempat menggelar kegiatan sosialisasi serta penandatanganan komitmen implementasi Program Membaca Berimbang bagi tujuh sekolah dasar baru.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) yang telah dibangun antara YLAI dan Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah pada tahun 2025.

Government and Advocacy Officer YLAI, Mikael Lela Saduk Leuape kepada RRI, Senin, 8 Juni 2026 mengatakan bahwa kegiatan tersebut difokuskan untuk membangun pemahaman tujuh sekolah baru mengenai pendekatan Program Membaca Berimbang. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan memperkuat komitmen para kepala sekolah dalam mengawal pelaksanaan program di masing-masing satuan pendidikan.

Dalam kegiatan tersebut dilakukan penandatanganan komitmen bersama yang melibatkan YLAI, Dinas Pendidikan Kabupaten Sumba Tengah, dan tujuh sekolah baru di Sumba Tengah. Komitmen ini diharapkan menjadi acuan dalam memastikan implementasi Program Membaca Berimbang berjalan secara konsisten dan berkelanjutan di setiap sekolah.

Mikael menjelaskan bahwa kerja sama antara YLAI dan pemerintah daerah dilakukan melalui MoU dengan Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah, sedangkan perjanjian kerja sama teknis dilaksanakan bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Sumba Tengah. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan kualitas pendidikan dasar di daerah di Sumba Tengah.

Kegiatan sosialisasi dihadiri oleh Sekretaris Dinas Pendidikan, Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar, koordinator pengawas, staf bidang pendidikan sekolah dasar, manajer dana BOS Dinas Pendidikan, tujuh kepala sekolah baru, serta tim YLAI. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menunjukkan dukungan terhadap pelaksanaan program literasi di sekolah dasar.

Melalui Program Membaca Berimbang, YLAI memperkenalkan berbagai pendekatan pembelajaran seperti fonik untuk pengenalan huruf dan bunyi huruf, membaca interaktif, membaca terbimbing, serta membaca bersama.

Selain itu, sekolah juga didorong untuk menciptakan lingkungan kelas yang literat dengan menata pojok baca sebagai salah satu upaya percepatan peningkatan kemampuan literasi dan numerasi siswa sekolah dasar di Kabupaten Sumba Tengah. (Jl)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....