Masyarakat Kupang Mengeluhkan Kenaikan Harga Kebutuhan Harian

  • 26 Mei 2026 07:18 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Masyarakat di Kota Kupang belakangan ini semakin merasakan perubahan harga pada berbagai kebutuhan sehari-hari yang terus mengalami kenaikan secara bertahap. Dari pasar tradisional hingga warung kecil di sekitar rumah, harga bahan pokok dan kebutuhan rumah tangga menjadi perbincangan hangat warga.

Kenaikan harga terlihat pada berbagai komoditas penting seperti beras, cabai, sayur-sayuran, ikan, telur, minyak goreng, hingga biaya transportasi yang ikut meningkat. Meskipun kenaikan pada satu barang terlihat kecil, namun jika terjadi bersamaan maka total pengeluaran rumah tangga menjadi jauh lebih besar.

Fenomena ini semakin terasa di tengah masyarakat Kota Kupang, terutama bagi mama-mama yang setiap hari berbelanja kebutuhan dapur untuk keluarga. Mereka mulai mengeluhkan harga yang terus naik, membandingkan harga antar kios, serta mengurangi jumlah belanja agar kebutuhan tetap cukup.

Menurut Martina P. A Riwu Dake, SE

Sebagai Statistisi Ahli Muda Badan Pusat Statistik Kota Kupang, berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik Kota Kupang, inflasi tahunan pada April 2026 tercatat sebesar 2,85 persen yang menunjukkan adanya tekanan harga. Secara sederhana, inflasi berarti jumlah uang yang sama kini hanya mampu membeli barang lebih sedikit dibandingkan sebelumnya.

Dampak inflasi tidak hanya dirasakan pada satu jenis barang, tetapi hampir seluruh kebutuhan rumah tangga yang dibeli setiap hari mengalami kenaikan harga. Kondisi ini menyebabkan pengeluaran masyarakat meningkat, sementara pendapatan belum tentu ikut bertambah sehingga daya beli mengalami tekanan.

Kondisi ekonomi di Kota Kupang yang masih bergantung pada pasokan barang dari luar daerah turut mempengaruhi pergerakan harga di pasar lokal. Ketika distribusi terganggu akibat cuaca buruk, keterlambatan kapal, atau kenaikan biaya transportasi, maka harga barang dengan cepat ikut berubah.

Pergerakan harga sejak Februari hingga April 2026 menunjukkan bahwa inflasi dipengaruhi oleh berbagai komoditas utama seperti cabai, sayuran, ikan, dan beras yang mengalami kenaikan bertahap. Faktor cuaca, hasil panen yang menurun, serta terbatasnya aktivitas nelayan akibat kondisi laut menjadi penyebab utama kenaikan tersebut.

Selain beras, masyarakat juga mulai menghadapi permasalahan terkait minyak tanah dan LPG 12 kilogram. Di beberapa wilayah Kota Kupang mulai terjadi antrean panjang akibat pasokan yang terbatas.

Kelangkaan ini membuat masyarakat kesulitan memperoleh bahan bakar rumah tangga, bahkan sebagian harus membeli dengan harga lebih tinggi di tingkat pengecer. Pemerintah Kota Kupang bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah terus berupaya menekan laju inflasi melalui berbagai langkah strategis.

Upaya tersebut meliputi pengawasan harga, penyelenggaraan pasar murah, menjaga distribusi barang, serta mendorong produksi pangan lokal agar harga lebih stabil. (AN)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....