Program Lisdes, PLN Terangi Dua Desa di Kabupaten Ngada

  • 25 Mei 2026 14:05 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Menjelang peringatan Hari Lahir Pancasila, kebahagiaan luar biasa tengah menyelimuti warga Desa Lanamai 2 dan Desa Kembang, Kecamatan Riung Barat, Kabupaten Ngada, Flores. Impian masyarakat yang bertahun-tahun merindukan penerangan yang layak akhirnya terwujud nyata.

Hal ini ditandai dengan penyalaan perdana (energizing) program Listrik Desa (Lisdes) oleh PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur (UIW NTT) melalui Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Flores, Rabu, 20 Mei 2026. Penyalaan perdana ini menjadi tonggak sejarah penting dalam upaya pemerataan akses energi, sekaligus manifestasi nyata keadilan sosial bagi masyarakat di wilayah pelosok Flores yang selama ini belum menikmati layanan kelistrikan secara optimal.

General Manager PLN UIW NTT, F. Eko Sulistyono, menegaskan bahwa komitmen PLN tidak pernah surut untuk menerangi hingga ke ujung-ujung desa. Tantangan geografis yang berat justru menjadi bahan bakar semangat bagi insan PLN di lapangan.

"Kami memahami betul betapa rindunya masyarakat di Desa Lanamai 2 dan Desa Kembang akan hadirnya listrik. Oleh karena itu, penyalaan perdana ini bukan sekadar keberhasilan teknis, melainkan tentang menghadirkan peradaban baru dan memicu lahirnya harapan-harapan baru," ujarnya.

Ia berharap hadirnya listrik yang andal di kampung tersebut, roda perekonomian akan bergerak lebih cepat, anak-anak bisa belajar dengan nyaman di malam hari, dan pelayanan publik menjadi lebih optimal.

Untuk mengalirkan kebahagiaan ini, PLN membangun infrastruktur kelistrikan yang cukup masif di tengah topografi khas Flores. Infrastruktur tersebut mencakup Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 3,83 kilometer sirkuit (kms), Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 11,06 kms, serta 2 unit gardu distribusi dengan kapasitas masing-masing 50 kVA.

Seluruh fasilitas ini disiapkan demi menjamin pasokan listrik yang andal dan berkelanjutan bagi rumah-rumah warga serta fasilitas umum. Suasana haru dan penuh sukacita mewarnai momen penyalaan tersebut.

Camat Riung Barat, Imron Lou, yang hadir langsung menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam atas dedikasi luar biasa dari PLN dan pemerintah daerah.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Ngada, Bapak Bupati, Bapak Wakil Bupati, dan seluruh masyarakat Riung Barat, kami menyampaikan rasa syukur yang mendalam kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dan para leluhur. Hari ini adalah momen bersejarah bagi kami. Wilayah yang selama ini berada dalam keterbatasan penerangan, kini telah menikmati terang listrik. Dahulu gelap, hari ini telah berubah menjadi terang,” ucap Imron Lou.

Ia menuturkan, kehadiran listrik ini membawa dampak domino yang sangat positif. “Ini bukan hanya tentang hadirnya listrik, tetapi tentang masa depan anak-anak kami yang kini bisa belajar lebih baik, tentang geliat ekonomi baru, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Manager PLN UP2K Flores, Reza Eka Putra, menggarisbawahi bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari kolaborasi, gotong royong, dan sinergi yang kuat antara PLN, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat yang bahu-membahu menyukseskan pembangunan di lapangan.

“Kondisi geografis menuju lokasi memang menantang, namun dukungan penuh dari warga dan pemerintah setempat membuat semua kendala bisa kita lalui bersama. Kami sangat berharap infrastruktur yang sudah ada ini dapat dirawat bersama dan dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat untuk kegiatan-kegiatan yang produktif,” ujarr Reza.

Kini, dengan menyalanya listrik di Desa Lanamai 2 dan Desa Kembang, geliat kehidupan baru di malam hari mulai terasa. Anak-anak tersenyum menatap buku di bawah pendar lampu yang terang, dan fasilitas umum seperti sekolah, rumah ibadah, serta layanan kesehatan siap beroperasi dengan jauh lebih maksimal demi kemajuan Riung Barat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....