Pakar Geologi Nilai Pulau Menipo Layak Jadi Geopark

  • 20 Mei 2026 11:02 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang – TWA Menipo memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi kawasan Geopark atau Taman Bumi karena menyimpan kekayaan geologi serta keanekaragaman hayati yang masih alami dan terjaga. Hal tersebut disampaikan Herry Kota saat melakukan kunjungan ke Pulau Menipo dan melihat langsung kondisi lingkungan di kawasan tersebut, Sabtu 16 Mei 2026.

“Pulau yang tidak ada penghuni, sehingga banyak flora dan fauna yang cukup terawat dan masih memiliki habitat yang sangat alami,” ucap Herry Kota, saat di wawancarai RRI.CO.ID, Sabtu 16 Mei 2026.

Menurutnya, potensi wisata Pulau Menipo tidak hanya terletak pada keindahan alam, tetapi juga pada kekayaan geologi dan keanekaragaman hayati yang dapat menjadi daya tarik wisata edukasi dan konservasi. Herry mengatakan, pengembangan kawasan wisata seperti Pulau Menipo harus dilakukan secara terencana dan melibatkan berbagai pihak melalui skema pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, media, pelaku usaha dan masyarakat.

Ia menjelaskan, pemerintah memiliki peran dalam mendukung perencanaan dan anggaran pembangunan kawasan wisata. Sementara akademisi bertugas melakukan kajian ilmiah terkait fasilitas yang dibutuhkan wisatawan agar pengembangan tetap memperhatikan aspek konservasi lingkungan.

Selain itu, media memiliki peran dalam mempromosikan potensi wisata daerah, sedangkan pelaku usaha pariwisata diharapkan mampu mendukung kebutuhan wisatawan melalui layanan ekonomi kreatif seperti kuliner, transportasi dan jasa wisata lainnya. Masyarakat sekitar juga dinilai perlu dilibatkan secara aktif agar pengembangan kawasan wisata memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga setempat.

Herry Kota menegaskan, pengembangan Pulau Menipo diarahkan menjadi kawasan Geopark atau Taman Bumi yang mengintegrasikan tiga aspek utama yakni konservasi, edukasi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Ia menjelaskan, konsep Geopark didukung oleh tiga pilar utama yakni geodiversity atau keragaman geologi, biodiversity atau keanekaragaman hayati dan cultural diversity atau keragaman budaya.

Dari sisi geodiversity, Pulau Menipo dinilai memiliki karakter geologi yang unik termasuk keberadaan mata air di kawasan pulau yang masih perlu diteliti lebih lanjut. Sementara dari sisi biodiversity, kawasan tersebut masih menjadi habitat alami berbagai satwa seperti burung kakaktua, bangau, buaya, kera ekor panjang hingga kelelawar.

“Kondisi lingkungan yang masih asli membuat berbagai satwa masih bertahan di kawasan ini,” ucapnya.

Menurut Herry, keberadaan flora dan fauna tersebut menunjukkan bahwa Pulau Menipo memiliki nilai konservasi yang tinggi dan layak dikembangkan menjadi kawasan wisata berbasis lingkungan. Namun demikian, ia menilai pengembangan kawasan wisata tersebut juga perlu didukung pembenahan fasilitas penunjang wisatawan.

Sejumlah fasilitas yang ada saat ini dinilai sudah cukup lama dibangun sehingga memerlukan perbaikan demi keamanan dan kenyamanan pengunjung. Ia berharap pemerintah daerah bersama berbagai pihak terkait dapat mulai menyusun langkah pengembangan Pulau Menipo secara bertahap agar potensi wisata dan konservasi di kawasan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal.

Jika dikelola dengan baik, Pulau Menipo diharapkan tidak hanya menjadi kawasan konservasi dan edukasi, tetapi juga mampu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat melalui sektor pariwisata berkelanjutan dan ekonomi kreatif. (AI)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....