Bantuan Pendidikan Hadir untuk Siswa Perbatasan

  • 18 Mei 2026 08:24 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang — Komunitas Peduli Kasih Eks TIM-TIM bersama FKPPI Kota Kupang dan Kabupaten Kupang, BKSDA Provinsi NTT, serta komunitas Jeep Wilys menyalurkan bantuan pendidikan bagi siswa di Desa Enoraen, Kecamatan Amarasi Timur, Kabupaten Kupang, Sabtu 16 Mei 2026. Bantuan tersebut disambut antusias pihak sekolah dan masyarakat karena dinilai mampu meningkatkan motivasi belajar anak-anak di wilayah terpencil perbatasan Kabupaten Kupang dan Kabupaten Timor Tengah Selatan.

Kegiatan sosial tersebut dipusatkan di SMP Negeri 2 Amarasi Timur Satu Atap dan melibatkan berbagai unsur komunitas yang datang membawa perlengkapan sekolah, alat tulis, serta bantuan kebutuhan pendidikan lainnya bagi para siswa. Kehadiran rombongan komunitas disambut hangat para guru, siswa, dan masyarakat setempat yang sejak pagi telah berkumpul di halaman sekolah.

Pelaksana Tugas Kepala SMP Negeri 2 Amarasi Timur Satu Atap, Yohanes Kristofel Otemusu mengatakan, perhatian dari berbagai komunitas dan yayasan menjadi dukungan besar bagi sekolah-sekolah di wilayah terpencil yang masih membutuhkan banyak perhatian, terutama dalam bidang pendidikan dan fasilitas belajar mengajar. Menurut Yohanes, saat ini terdapat dua sekolah di lokasi tersebut yang melayani anak-anak dari sejumlah dusun di kawasan perbatasan. Kondisi geografis dan keterbatasan sarana membuat siswa harus berjuang lebih keras untuk mendapatkan pendidikan yang layak.

“Perhatian seperti ini sangat berarti bagi kami di wilayah perbatasan. Anak-anak merasa diperhatikan sehingga semangat belajar mereka semakin meningkat. Kami berharap dukungan seperti ini terus berlanjut karena masih banyak kebutuhan pendidikan yang harus dipenuhi di sekolah kami,” ucap Yohanes saat di wawancarai RRI.CO.ID, Sabtu 16 Mei 2026.

Ia menambahkan, bantuan perlengkapan sekolah yang diberikan tidak hanya membantu meringankan kebutuhan siswa, tetapi juga menjadi penyemangat bagi anak-anak agar mampu bersaing dengan pelajar di daerah lain. Yohanes berharap para siswa dapat memanfaatkan bantuan tersebut dengan baik dan terus menjaga semangat belajar meski berada di daerah terpencil.

Sementara itu, Ketua Panitia kegiatan, Vina Tahun mengatakan, kegiatan sosial tersebut merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap dunia pendidikan di wilayah pedalaman Kabupaten Kupang. Menurutnya, anak-anak di daerah terpencil memiliki semangat belajar yang tinggi dan perlu mendapat dukungan dari berbagai pihak.

Vina menjelaskan, selain menyalurkan bantuan pendidikan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi wisata dan keindahan alam Desa Enoraen kepada masyarakat luas. Dengan begitu, wilayah tersebut diharapkan semakin dikenal dan dapat membuka peluang pengembangan ekonomi masyarakat setempat.

“Kami berharap bantuan ini bisa menjadi penyemangat bagi anak-anak untuk terus belajar dan meraih cita-cita mereka. Selain itu, kami juga ingin mengajak masyarakat untuk melihat potensi wisata di Desa Enoraen yang sangat indah dan memiliki peluang untuk dikembangkan,” ucap Vina.

Ia menambahkan, kegiatan sosial itu juga menjadi ajakan kepada masyarakat agar terus menumbuhkan kepedulian sosial dan semangat berbagi kasih kepada sesama, khususnya bagi warga yang membutuhkan bantuan. Menurutnya, kepedulian kecil yang dilakukan bersama-sama dapat memberikan dampak besar bagi masyarakat di daerah terpencil.

Dalam kegiatan tersebut, para siswa tampak antusias menerima bantuan perlengkapan sekolah yang dibagikan langsung oleh para anggota komunitas. Suasana penuh keakraban terlihat saat para relawan berinteraksi dengan siswa dan masyarakat setempat.

Tidak sedikit siswa yang mengaku senang karena mendapat perhatian dan dukungan dari berbagai pihak. Komunitas Peduli Kasih X TIM TIM bersama para mitra juga menegaskan komitmennya untuk terus melaksanakan kegiatan sosial serupa di berbagai wilayah lain di Nusa Tenggara Timur, khususnya daerah-daerah yang masih membutuhkan perhatian dalam bidang pendidikan, sosial, dan kemanusiaan.

Melalui kegiatan tersebut diharapkan semakin banyak pihak yang tergerak untuk membantu dunia pendidikan di wilayah terpencil agar anak-anak di pelosok daerah tetap memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, berkembang, dan meraih masa depan yang lebih baik. (AI)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....