Pencegahan Stunting di Rote Ndao Harus Dimulai dari Kesehatan Remaja Putri

  • 12 Mei 2026 06:24 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Rote Ndao – Upaya penanganan masalah stunting di Kabupaten Rote Ndao harus dimulai dengan memastikan kondisi kesehatan yang optimal bagi para remaja putri. Hal itu disampaikan Tokoh Muda Rote Ndao Maks Fioh dalam dialog Obrolan Pro 1 RRI Rote, Senin, 11 Mei 2026.

Maks menjelaskan bahwa banyak remaja putri saat ini masih kurang disiplin dalam mengonsumsi tablet tambah darah secara rutin. Kondisi tersebut meningkatkan risiko anemia yang berdampak buruk pada pertumbuhan fisik dari masa remaja hingga dewasa.

"Remaja putri yang mengalami anemia berisiko tinggi menjadi ibu hamil dengan kekurangan energi kronis di masa depan," ujar Maks. Ia menegaskan bahwa masalah kesehatan ini akan berdampak langsung pada kondisi janin serta kesehatan bayi yang dilahirkan.

Bayi yang lahir dari ibu dengan kondisi kesehatan kurang prima berisiko memiliki Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Kondisi BBLR atau berat badan di bawah 2,5 kilogram merupakan faktor risiko utama yang membuka jalan menuju stunting.

"Kita harus menyelesaikan akar masalah stunting dengan memastikan generasi muda kita benar-benar berada dalam kondisi sehat," katanya, menjelaskan. Oleh karena itu, kesadaran akan gizi dan kesehatan sejak usia sekolah menjadi kunci penting pembangunan daerah.

Selain masalah gizi, perilaku hidup tidak sehat seperti paparan minuman keras dan penggunaan rokok elektrik juga perlu diwaspadai. Kebiasaan begadang serta konsumsi minuman tinggi gula di kalangan pemuda turut memperburuk ancaman kesehatan jangka panjang.

Maks Fioh juga menekankan pentingnya edukasi luas agar generasi muda lebih mengutamakan pencegahan daripada pengobatan. Ia meyakini bahwa kesehatan pemuda yang terjaga secara utuh akan mewujudkan sumber daya manusia Rote Ndao yang unggul. (NLL)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....