Mahalnya Peralatan Jadi Kendala Pengembangan Kriket Rote Ndao

  • 11 Mei 2026 11:29 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Rote Ndao - Tingginya harga peralatan serta sulitnya akses perolehan alat olahraga kriket menjadi tantangan serius bagi pengembangan atlet di Kabupaten Rote Ndao. Hal itu disampaikan dalam dialog Rote Menyapa Pagi Pro 1 RRI Rote oleh Pelatih Kriket PCI Rote Ndao Hanokh Adu, Jumat, 8 Mei 2026.

Hanokh menjelaskan bahwa peralatan kriket yang saat ini digunakan untuk latihan merupakan pengadaan sejak tahun 2016. Kondisi sarana pendukung seperti helm dan pelindung kaki kini sudah banyak yang pecah sehingga tidak layak lagi untuk pertandingan.

"Alat pemukul kriket atau bat yang standar saja harganya bisa mencapai dua juta rupiah per unit," ujar Hanokh. Ia menambahkan bahwa harga satu buah bola untuk pertandingan pun cukup mahal yakni berkisar pada angka 120 ribu rupiah.

Persoalan utama lainnya adalah ketiadaan toko perlengkapan olahraga di wilayah Nusa Tenggara Timur yang menyediakan peralatan khusus cabang kriket. Selama ini, pengurus harus memesan langsung dari toko olahraga khusus di Jakarta untuk memenuhi kebutuhan alat para atlet.

"Kami tidak bisa membeli alat di daerah karena toko olahraga di NTT tidak menjual perlengkapan kriket," katanya, menjelaskan. Keterbatasan tersebut membuat pelatih harus berupaya mandiri agar stok bola tetap tersedia bagi anak-anak yang ingin rutin berlatih.

Kondisi peralatan yang mulai rusak ini dikhawatirkan dapat memengaruhi aspek keamanan dan kenyamanan atlet saat melakukan simulasi pertandingan. Meskipun untuk latihan harian masih bisa dipaksakan, namun untuk ajang resmi seperti POPDA dibutuhkan peralatan baru yang standar.

Hanokh mengungkapkan bahwa pihak pengurus sangat mengharapkan adanya suntikan dana atau bantuan sarana dari Pemerintah Kabupaten Rote Ndao. Dukungan dari KONI setempat juga dinilai sangat krusial agar kebutuhan mendesak akan alat pelindung diri atlet segera terpenuhi.

Atlet kriket Rote Ndao Yusuf Ardiyansah juga membenarkan bahwa perlengkapan kriket termasuk kategori barang mewah bagi para pelajar. Ia mengaku tidak memiliki fasilitas pribadi karena harga peralatan yang sangat mahal dan harus disediakan oleh pihak klub.

Hanokh Adu menegaskan bahwa kriket merupakan salah satu cabang olahraga super prioritas di wilayah Nusa Tenggara Timur. Ia berharap pemerintah daerah dapat segera memberikan dukungan nyata agar potensi besar atlet kriket Rote Ndao tidak terhambat kendala fasilitas. (NLL)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....