PCI Rote Ndao Edukasi Masyarakat Mengenai Aturan Teknis Kriket

  • 11 Mei 2026 11:27 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Rote Ndao - Persatuan Cricket Indonesia (PCI) Kabupaten Rote Ndao gencar memberikan edukasi mengenai perbedaan mendasar antara olahraga kriket dengan olahraga permainan tradisional lainnya. Hal itu disampaikan dalam dialog Rote Menyapa Pagi Pro 1 RRI Rote oleh Pelatih Kriket PCI Rote Ndao Hanokh Adu, Jumat, 8 Mei 2026.

Hanokh menjelaskan bahwa masyarakat sering kali menganggap kriket memiliki cara bermain yang sama dengan permainan kasti saat melihat proses latihan. Namun, kriket memiliki aturan teknis yang jauh lebih kompleks terutama dalam cara melempar bola dan metode mendapatkan angka.

"Teknik melempar bola kriket atau bowling mengharuskan tangan tetap lurus dan tidak boleh tertekuk sedikit pun," ujar Hanokh. Ia menegaskan bahwa pelanggaran terhadap teknik lemparan ini akan berakibat pada pemberian poin secara cuma-cuma bagi tim lawan.

Sistem perolehan angka dalam kriket didasarkan pada keberhasilan pemukul atau batter untuk berlari mendapatkan run setelah bola berhasil dipukul. Jika pelempar melakukan kesalahan teknis dalam bowling, maka lawan secara otomatis mendapatkan rally point tanpa harus melakukan pukulan bola.

"Kesalahan kecil dalam teknik bowling sangat fatal karena langsung menguntungkan pihak lawan dalam pertandingan," katanya, menjelaskan. Oleh karena itu, penguasaan teknik dasar yang benar menjadi prioritas utama dalam setiap sesi latihan atlet pelajar kriket.

Selain teknik lemparan, sasaran utama dari pelempar bola adalah mengenai tiga buah tonggak kayu yang disebut dengan stump. Jika bola mengenai stump, maka pemain pemukul dinyatakan mati atau keluar dari permainan sehingga strategi pertahanan sangat krusial.

Pelatih Hanokh Adu menambahkan bahwa setiap sesi latihan selalu dimulai dengan pemanasan atau warming up guna menghindari risiko cedera otot. Hal ini dikarenakan gerakan memukul dan melempar dalam kriket membutuhkan tumpuan kekuatan yang besar pada bagian tangan dan kaki.

Atlet kriket Yusuf Ardiyansah mengaku bahwa bagian tersulit sekaligus yang paling ia sukai adalah saat melakukan bowling hingga mengenai stump. Penguasaan ketepatan sasaran ini membutuhkan konsentrasi tinggi serta koordinasi tubuh yang baik agar tidak melakukan pelanggaran teknis.

Hanokh Adu mengajak masyarakat untuk datang melihat langsung proses latihan di lapangan Sabandar agar lebih memahami aturan permainan. Ia berharap pemahaman masyarakat yang baik terhadap teknis kriket akan meningkatkan minat bibit muda untuk menekuni olahraga tersebut. (NLL)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....