Refleksi Hardiknas 2026, Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua

  • 03 Mei 2026 15:36 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 menjadi momentum penting untuk menegaskan kembali arah pendidikan, khususnya di Nusa Tenggara Timur. Dengan tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, dimaknai tidak hanya sebagai slogan, tetapi sebagai upaya nyata menghadirkan pendidikan yang relevan dengan kondisi daerah.

Dalam perbincangan melalui wawancara telepon, pada Sabtu, 2 Mei 2026 di RRI Pro2 Kupang, bersama Pengawas Pendidikan Menengah Provinsi NTT, Syahriyati, M.Pd, menilai pendidikan bermutu tidak semata diukur dari capaian akademik. Melainkan dari sejauh mana proses belajar mampu membentuk karakter dan kepercayaan diri siswa.

Ia menekankan pengalaman belajar yang bermakna menjadi kunci utama dalam meningkatkan kualitas pendidikan. “Pendidikan itu hadir bukan hanya sebagai kewajiban saja, tetapi sebagai pengalaman hidup, dan yang paling melekat bukan apa yang dihafal tetapi apa yang mengubah cara anak memandang dirinya sendiri,” ujar Terbaik 1 Gtk Transformatif Pengawas Dikmen dan Diksus Tkt Nasional 2025 ini.

Pernyataan ini menegaskan kualitas pendidikan terletak pada dampaknya terhadap perkembangan pribadi peserta didik. Menurutnya, pendidikan bermutu di NTT harus mampu menjembatani antara tuntutan kurikulum nasional dan kebutuhan nyata di lapangan.

Kurikulum tetap menjadi arah, namun implementasinya perlu disesuaikan dengan potensi lokal seperti pertanian, peternakan, dan kelautan agar lebih kontekstual. Baginya, pendidikan yang bermutu juga harus mampu menyentuh sisi emosional dan praktis siswa, membuat mereka bangga akan potensi diri dan lingkungan sekitarnya.

Disejumlah sekolah, khususnya SMK, siswa tidak hanya belajar teori tetapi terlibat langsung dalam proses produksi hingga pemasaran. Dalam praktiknya, ia mencontohkan keberhasilan program "One School One Product" sebagai model pendidikan bermutu yang ideal di NTT.

Pendekatan ini dinilai mampu membekali siswa dengan keterampilan hidup yang relevan dan meningkatkan kesiapan mereka menghadapi dunia nyata. Melalui program ini, siswa tidak hanya belajar teori di dalam kelas, melainkan terlibat langsung dalam proses produksi pertanian, peternakan, hingga olahan pangan yang menjadi kekuatan ekonomi daerah.

Di sisi yang lain, pendidikan bermutu juga menuntut fleksibilitas peran guru sebagai fasilitator yang kreatif. Pentingnya peran guru sebagai kunci utama pendidikan bermutu, terutama dalam kondisi keterbatasan yang masih dihadapi di berbagai wilayah NTT.

“Senjata utama guru di daerah itu adalah mindset, ketika guru tidak mudah menyerah dan mau terus belajar, maka perubahan pasti terjadi,” jelas Guru SMA Inspiratif Terbaik Tingkat Nasional 2022 ini. Ia menekankan bahwa guru tidak boleh terjebak dalam dilema antara tuntutan kurikulum dan kebutuhan siswa.

Melainkan harus mampu menjembatani keduanya melalui pembelajaran yang lebih kontekstual dan bermakna. Selain itu senjata utama seorang guru dalam mewujudkan pendidikan bermutu adalah growth mindset atau pola pikir berkembang.

Dengan pola pikir ini, keterbatasan sarana, prasarana, maupun akses internet di daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) tidak lagi dipandang sebagai hambatan, melainkan peluang untuk berinovasi dan mencari cara baru dalam mengajar. Terkait tantangan kesenjangan akses teknologi, ia menyoroti bahwa pendidikan bermutu di NTT tidak berarti menyeragamkan kemampuan semua siswa.

Sebaliknya, pendidikan yang inklusif berarti memberikan kesempatan yang sama kepada setiap anak untuk berkembang sesuai dengan kondisi wilayah dan kebutuhan spesifik mereka masing-masing. Lebih lanjut, Syahriyati menekankan pendidikan bermutu juga harus inklusif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan buatan, perlu diarahkan untuk mendukung proses belajar tanpa menghilangkan kemampuan berpikir kritis dan analisis siswa di tengah kemajuan teknologi. Syahriati berpesan agar alat-alat tersebut digunakan sebagai pintu masuk pembelajaran, bukan jawaban akhir.

Menutup pernyataannya, ia menegaskan bahwa pendidikan bermutu di NTT hanya dapat terwujud melalui kolaborasi semua pihak. “Partisipasi semesta itu terasa ketika sekolah tidak lagi menjadi ruang tertutup, tetapi terhubung dengan masyarakat dan lingkungan sekitarnya,” kata Kepala SMA Inspiratif Terbaik Tingkat Nasional 2021 ini. (AK)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....