Penanganan Penyalahgunaan Narkotika Diperkuat melalui IBM
- 29 Apr 2026 17:40 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Rote Ndao — Penanganan penyalahgunaan narkotika kini diperkuat melalui Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) atau pendekatan berbasis desa. Program ini dinilai efektif karena langsung menyentuh lingkungan tempat tinggal masyarakat.
Hal ini dibahas dalam “Obrolan Sanksi” RRI Rote, Rabu, 15 April 2026. Narasumber Muhammad Nur Ikhsan, S.Psi., konselor adiksi dari BNN Kabupaten Rote Ndao, menjelaskan strategi tersebut.
Ia mengatakan, BNN mengembangkan Intervensi Berbasis Masyarakat atau IBM. Program ini membentuk unit di desa untuk menjangkau penyalahguna secara langsung.
“Petugasnya berasal dari masyarakat setempat yang disebut Agen Pemulihan,” ujarnya. Ia menambahkan, mereka berperan sebagai penghubung antara warga dan layanan rehabilitasi.
Menurutnya, Agen Pemulihan memiliki tugas melakukan sosialisasi dan pemetaan. Selain itu, mereka juga mendampingi penyalahguna dalam proses pemulihan.
Ia menilai pendekatan ini efektif karena berbasis kedekatan sosial. Masyarakat dinilai lebih memahami kondisi lingkungan dan individu di sekitarnya.
Selain itu, program ini membantu mempercepat proses identifikasi kasus. Penanganan dapat dilakukan lebih dini sebelum kondisi semakin berat.
Ia menjelaskan, penanganan adiksi tetap diawali dengan proses screening. Tahapan ini menentukan tingkat keparahan sebelum intervensi lanjutan dilakukan.
Screening dilakukan melalui observasi, wawancara menggunakan DAST, dan tes urine. Hasilnya menjadi dasar penentuan metode rehabilitasi.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program. Penanganan adiksi tidak bisa hanya bergantung pada lembaga formal.
“Lingkungan yang peduli akan mempercepat proses pemulihan,” katanya. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara warga dan pemerintah. (NLL)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....