Lalu Lintas Ternak Sumba Timur Wajib Periksa Darah

  • 25 Apr 2026 04:38 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Sumba - Dinas Peternakan Kabupaten Sumba Timur memberlakukan aturan ketat bagi setiap perpindahan ternak antarwilayah guna mencegah penyebaran Surra. Setiap ternak yang akan dipindahkan kini wajib menjalani pemeriksaan sampel darah secara menyeluruh. Jika hasil pemeriksaan dinyatakan negatif, barulah dokumen resmi atau izin pengeluaran ternak dapat diterbitkan oleh pihak berwenang.

Kepala Dinas Peternakan menekankan bahwa perpindahan ternak tanpa pemeriksaan laboratorium sangat berisiko menularkan penyakit ke wilayah lain. Hal ini berlaku baik untuk perdagangan antarpulau maupun perpindahan antarkecamatan dalam satu kabupaten. Langkah preventif ini diambil untuk melindungi daerah-daerah yang masih berstatus zona hijau atau bebas penyakit.

Pengawasan ketat ini juga bertujuan menjaga kualitas ternak Sumba Timur yang akan dikirim ke luar daerah. Selama ini, minat pasar luar terhadap komoditas ternak asal Sumba, terutama jenis kuda, sangatlah tinggi. Adanya penyakit Surra tentu dapat mempengaruhi kepercayaan pasar jika tidak dikelola dengan sistem penjaminan kesehatan yang kredibel.

Bagi peternak, kepatuhan terhadap aturan lalu lintas ternak ini merupakan bentuk kontribusi nyata dalam memutus mata rantai penyakit. Parasit Trypanosoma dapat dengan mudah berpindah seiring dengan pergerakan hewan yang terinfeksi dari satu padang penggembalaan ke lainnya. Oleh karena itu, kesadaran kolektif dari para pelaku usaha ternak sangat diperlukan.

Pemerintah juga mengingatkan agar ternak yang sudah menunjukkan gejala terinfeksi tidak dipaksakan untuk diperjualbelikan. Jika ditemukan ternak yang mati akibat Surra, pemilik wajib segera mengubur atau membakar bangkai hewan tersebut untuk sterilisasi. Hal ini penting untuk mencegah penularan lebih lanjut melalui lalat yang hinggap pada bangkai ternak.

Dinas Peternakan telah menyebarkan kontak person petugas lapangan di setiap kecamatan melalui berbagai saluran komunikasi digital. Peternak dapat berkonsultasi mengenai prosedur pemeriksaan darah dan pengurusan surat kesehatan hewan dengan lebih mudah. Layanan ini disediakan untuk memfasilitasi masyarakat agar tetap patuh pada regulasi kesehatan yang ada.

Dengan pengetatan lalu lintas ini, diharapkan populasi ternak di Sumba Timur tetap terjaga produktivitasnya. Kebijakan ini merupakan upaya perlindungan jangka panjang pemerintah terhadap aset ekonomi warga yang sangat berharga. Kerjasama yang solid antara pemerintah dan peternak menjadi kunci utama dalam memenangkan kendali atas penyakit Surra.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....