Dinas Peternakan Sumba Timur Perketat Pengawasan Penyakit Surra
- 25 Apr 2026 04:36 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Sumba - Ancaman penyakit Surra kini kembali menjadi perhatian serius bagi dunia peternakan di Kabupaten Sumba Timur. Kepala Dinas Peternakan Sumba Timur, J. Abraham Koli, menyatakan bahwa penyakit ini telah lama mengganggu populasi ternak, khususnya sapi dan kerbau. Dampaknya tidak hanya pada kesehatan hewan, tetapi juga mengancam ketahanan pangan daerah.
Penyakit Surra disebabkan oleh parasit Trypanosoma yang ditularkan melalui vektor lalat penghisap darah. Sejak awal tahun, tercatat ribuan sampel darah telah diambil dari berbagai kecamatan untuk mendeteksi dini penyebaran parasit ini. Hal ini dilakukan menyusul adanya laporan kematian ternak dan gejala klinis yang mencurigakan di tengah masyarakat.
Gejala klinis yang harus diwaspadai peternak meliputi penurunan nafsu makan secara drastis pada hewan ternak. Selain itu, selaput mata yang terlihat pucat serta adanya pembengkakan pada area perut menjadi ciri utama yang sering muncul. Pada ternak jantan, pembengkakan juga sering terjadi pada bagian alat kelamin hewan yang terinfeksi.
Pemerintah daerah telah menyiapkan obat-obatan khusus seperti Interquin yang dinilai jauh lebih efektif menangani kasus ini. Obat ini digunakan secara berkala melalui penanganan medis intensif untuk memastikan ternak kembali negatif dari parasit. Meskipun belum ada vaksin, penanganan medis yang cepat terbukti mampu menekan angka kematian ternak secara signifikan.
| Baca juga: Wabup Dukung NTT Mart dan Gerakan Belajar |
Sejumlah kecamatan di wilayah Sumba Timur telah ditetapkan sebagai daerah endemik penyakit Surra karena frekuensi kasus yang tinggi. Di wilayah-wilayah ini, populasi ternak yang terdampak cukup besar sehingga membutuhkan pengawasan ekstra dari petugas kesehatan hewan. Petugas lapangan telah disiagakan di puluhan unit pelayanan peternakan di seluruh kecamatan.
Masyarakat diimbau untuk segera melaporkan jika menemukan ternak dengan gejala klinis kepada kader kesehatan hewan terdekat. Koordinasi cepat antara peternak dan petugas medis sangat krusial untuk memutus mata rantai penyebaran parasit ini. Dinas juga memanfaatkan media sosial untuk mempermudah akses pelaporan bagi para pemilik ternak di pelosok desa.
Harapannya, melalui penanganan yang terintegrasi, kasus Surra di Sumba Timur dapat ditekan seminimal mungkin. Keberhasilan penanganan ini akan sangat menentukan stabilitas ekonomi para peternak lokal di masa mendatang. Mengingat sektor peternakan merupakan pilar utama penghidupan bagi sebagian besar masyarakat di wilayah Sumba Timur.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....