Hari Kartini : Rambu Asana Dorong Perempuan Berani Bermimpi dan Berdampako

  • 22 Apr 2026 15:53 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID,Kupang – Peringatan Hari Kartini menjadi momentum refleksi bagi perempuan Indonesia untuk terus melangkah maju dan berdaya. Hal ini menjadi kisah dari Rambu Asana, pendiri Naka Education, dalam dialog bersama RRI Pro 2 Kupang pada Senin, 20 April 2026 yang menyoroti pentingnya pola pikir terbuka dan berorientasi positif.

Rambu menjadi representasi nyata "Kartini Masa Kini" yang mendedikasikan hidupnya untuk memerangi kemiskinan di Nusa Tenggara Timur melalui jalur pendidikan. Ia meyakini bahwa semangat emansipasi yang diperjuangkan Kartini harus diwujudkan dalam bentuk aksi nyata untuk mencerdaskan generasi muda di daerah asal dengan berdampak secara langsung.

Pendidikan dipandang Rambu sebagai senjata paling ampuh untuk mengangkat harkat martabat keluarga dan memutus rantai kemiskinan yang masih membelenggu sebagian masyarakat NTT. Baginya, setiap anak di pelosok memiliki hak yang sama untuk mengakses literasi dan bermimpi setinggi langit tanpa perlu merasa rendah diri dengan keterbatasan ekonomi.

"Pendidikan adalah kunci utama bagi perempuan dan generasi muda NTT untuk meruntuhkan tembok kemiskinan dan ketidaktahuan yang selama ini menghambat kemajuan kita," ujar Rambu Asana dengan penuh keyakinan.

Melalui Naka Education yang ia dirikan sejak 2020, Rambu telah membantu lebih dari 2.000 penerima manfaat dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Program tersebut hadir sebagai solusi pendidikan inklusif di tengah keterbatasan akses yang masih dirasakan di wilayah Sumba.

Integrasi antara nilai budaya lokal dan kurikulum modern menjadi strategi khusus yang diterapkan Rambu untuk menjaga identitas daerah tetap kuat di tengah arus modernisasi. Ia percaya bahwa perempuan NTT yang cerdas tidak hanya akan memajukan dirinya sendiri, tetapi juga menjadi fondasi utama dalam mendidik generasi penerus bangsa yang berkualitas.

Dalam perbincangan tersebut, Rambu juga menegaskan nilai-nilai perjuangan Kartini masih sangat relevan di masa kini, terutama dalam mendorong perempuan agar berani keluar dari keterbatasan. “Kita perempuan itu punya kemampuan yang luar biasa, bahkan lebih karena pengalaman hidup yang kita miliki,” ujarnya.

Sebagai seorang pendidik dan pekerja sosial di Lembaga Kesejahtraan Sosial Anak (LKSA), Yayasan Binar Asa Sumba, Rambu memilih kembali ke daerah asalnya untuk berkontribusi nyata melalui pendidikan. Ia mengaku bahwa keputusan tersebut dilandasi visi besar untuk membantu mengurangi kemiskinan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Pendidikan menyelamatkan saya, dan itu yang ingin saya bagikan kepada orang-orang di sekitar saya,” ungkapnya. Ia menilai bahwa kemiskinan tidak hanya soal ekonomi, tetapi juga berkaitan erat dengan pola pikir yang perlu dibuka melalui akses pendidikan.

Dalam konteks Hari Kartini, Rambu juga mengajak perempuan untuk tidak membatasi diri pada stereotip atau peran sempit. Menurutnya, perempuan harus berani melihat peluang dan mengambil peran di tengah masyarakat tanpa rasa ragu.

“Jangan taruh dirimu dalam kotak yang membatasi. Perempuan bukan lemah, tapi punya kekuatan besar untuk menciptakan perubahan,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa keberanian untuk bermimpi adalah langkah awal menuju perubahan yang lebih besar.

Momentum Hari Kartini bagi Rambu bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan pengingat untuk terus konsisten memberikan kontribusi bagi tanah kelahirannya. Kehadiran Naka Education diharapkan mampu menciptakan ekosistem belajar yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang latar belakang sosial mereka.

Menutup perbincangan, Rambu mengajak seluruh pemuda NTT yang telah menempuh pendidikan tinggi untuk tidak melupakan kampung halaman mereka. Ia menekankan bahwa pembangunan daerah akan lebih cepat terakselerasi jika para kaum terpelajar mau turun tangan secara langsung mengabdikan ilmu yang telah didapat.

"Semangat Kartini hari ini adalah semangat untuk turun ke lapangan, bekerja dengan hati, dan memberikan cahaya pendidikan bagi mereka yang masih berada dalam kegelapan," pungkasnya secara diplomatis. (AK)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....