Menyisir Jejak Sejarah Kota Kupang lewat Program "Kelana Kota Lama" Merekam Kota
- 07 Apr 2026 08:10 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang : Tim pengarsipan Merekam Kota yang digagas oleh SkolMus (Sekolah Multimedia untuk Semua) kembali hadir tahun ini melalui program terbarunya bertajuk "Kelana Kota Lama". Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya anak muda untuk mendekatkan masyarakat dengan cerita-cerita lama yang selama ini tersembunyi di balik ingatan kolektif.
Dalam siaran pada, Senin, 6 April 2026 di Pro2 RRI Kupang, dua anggota Merekam Kota, yakni Sarah Ledoh dan Ivan Dano berbagi cerita terkait konsep kegiatan tersebut. Mereka berdua mengungkapkan bahwa Kelana Kota Lama merupakan program lanjutan yang mengajak warga menelusuri kawasan bersejarah sekaligus mendengar langsung kisah masa lalu dari masyarakat.
Asisten Direktur Merekam Kota, Sarah Ledoh menjelaskan tahun ini, Merekam Kota mengusung tema metaforis "Pinggir Piring" yang menyoroti kisah-kisah masyarakat kelas menengah ke bawah dan kelompok migran yang membentuk wajah Kota Kupang. Tema ini dipilih sebagai kerangka untuk memahami struktur yang menempatkan sebagian warga menjadi kelompok rentan.
Dan juga memberikan ruang bagi mereka yang mungkin tidak memiliki arsip foto fisik namun memiliki ingatan kolektif yang kuat tentang perkembangan kota. “Selama ini kami banyak mengambil cerita dari mereka yang punya arsip, tapi tahun ini kami belajar bahwa ada kelompok yang tidak punya arsip, namun tetap punya cerita dan berkontribusi membentuk Kupang hari ini” ucap Sarah.
Sarah menyampaikan seluruh proses sudah dimulai sejak Februari 2026, mulai dari penentuan isu, perekrutan tim, hingga persiapan riset. Ia juga menjelaskan bahwa tim direncanakan akan mulai turun melakukan penelitian pada bulan berikutnya setelah persiapan selesai.
Sementara itu, hasil akhir dari kegiatan seperti pameran dan publikasi biasanya akan diumumkan setelah seluruh rangkaian program selesai dilaksanakan. Peneliti dan penulis Ivan Dano menceritakan bahwa pendekatan ini menjadi upaya menghadirkan keadilan dalam pengarsipan sejarah kota.
“Pinggir piring ini menggambarkan mereka yang datang dari pinggiran ke pusat dengan berbagai latar belakang ras, kelas, dan gender, lalu berhadapan dengan realitas sosial yang berbeda,” ucap Ivan, menekankan pentingnya melihat sejarah dari sudut pandang yang lebih inklusif.
Melalui Kelana Kota Lama, Merekam Kota tidak hanya mengarsipkan bangunan dan ruang, tetapi juga pengalaman hidup masyarakat yang selama ini terpinggirkan. Dengan demikian, tema “pinggir piring” menjadi pengingat bahwa sejarah kota tidak hanya milik mereka yang berada di pusat, melainkan juga milik orang-orang di tepi yang diam-diam membentuk wajah Kota Kupang hari ini.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa tim Merekam Kota turun langsung dari rumah ke rumah untuk menggali kisah-kisah lama. Metode ini dinilai penting karena banyak peristiwa masa lalu yang tidak tercatat secara resmi, tetapi tetap hidup dalam ingatan masyarakat.
Sarah menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga independensi komunitas melalui penggalangan dana. “Selain berbagi pengetahuan tentang bangunan dan ruang kota lama, program ini juga menjadi cara kami menggalang dukungan agar Merekam Kota tetap berjalan,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Merekam Kota ingin membangun kesadaran generasi muda akan pentingnya memahami akar sejarah kota. Cerita-cerita tentang kehidupan sosial, ruang berkumpul, hingga perubahan kota menjadi bahan refleksi untuk membayangkan masa depan Kupang.
Ivan menegaskan bahwa memahami masa lalu adalah kunci untuk membangun masa depan yang lebih baik. “Peristiwa di masa lalu itu yang membentuk kita hari ini, dan dari situ kita bisa belajar agar tidak mengulang kesalahan yang sama,” ungkapnya.
Dengan hadirnya Kelana Kota Lama, diharapkan semakin banyak masyarakat yang terlibat dalam proses pengarsipan cerita kota. Upaya ini menjadi langkah penting untuk menjaga memori kolektif, sekaligus memastikan bahwa sejarah Kota Kupang tetap hidup dan tidak hilang ditelan waktu. (AK)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....