PUPR Rote Ndao Siapkan Penanganan Abrasi Pantai Namodale

  • 16 Mar 2026 19:02 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Rote Ndao - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Rote Ndao menyiapkan penanganan abrasi Pantai Namodale. Hal itu disampaikan dalam dialog Rote Menyapa Pagi di Pro 1 RRI Rote, Kamis, 26 Februari 2026.

Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Rote Ndao, Sonny Saban, ST mengatakan tim teknis langsung turun ke lokasi setelah menerima informasi kerusakan. Identifikasi dilakukan bersama BPBD, pemerintah kelurahan, dan pihak terkait untuk melihat kondisi tanggul penahan ombak yang rusak.

Menurut Sonny Saban, konstruksi penahan yang ada saat ini masih berupa pasangan batu biasa sehingga belum mampu menahan tekanan gelombang dalam jangka panjang. “Panjang kerusakan yang harus ditangani sekitar 240 meter dan biayanya sekitar 400 sampai 500 juta,” ujarnya.

Ia menjelaskan abrasi terus bertambah karena konstruksi yang ada belum bersifat permanen. Kondisi itu membuat penanganan harus memakai desain teknis yang lebih kuat.

Sonny menilai bangunan ideal di kawasan pesisir perlu menggunakan beton dengan tambahan pemecah gelombang di bagian depan laut. Menurutnya, konstruksi seperti itu dibutuhkan agar umur bangunan lebih panjang dan mampu menahan abrasi berulang.

Namun, keterbatasan anggaran daerah masih menjadi kendala dalam pelaksanaan pekerjaan tahun ini. Karena itu, pemerintah daerah menyiapkan dokumen teknis untuk diajukan melalui dukungan anggaran pusat.

“RAB dan dukungan teknis sudah kami siapkan, namun karena keterbatasan anggaran kami belum bisa memastikan pelaksanaannya,” katanya, menambahkan pemerintah daerah sedang menempuh jalur pengusulan melalui APBN.

Selain penanganan tanggul, PUPR juga menyiapkan konsep penataan kawasan pesisir Namodale. Salah satu usulan yang diajukan adalah pembangunan jalan pesisir terintegrasi dari kawasan permukiman hingga lokasi wisata.

Sonny mengatakan rancangan tersebut telah diusulkan ke Kementerian PUPR sebagai bagian dari grand design kawasan pantai. Panjang jalur yang direncanakan sekitar tiga kilometer dan diharapkan mendukung perlindungan pesisir.

Pada jangka panjang, PUPR juga menekankan pentingnya penataan ruang di kawasan pantai. Ia menyebut pembangunan rumah di sekitar garis pantai perlu disesuaikan dengan pola ruang agar abrasi tidak semakin cepat terjadi.

“Kami minta dukungan masyarakat ketika nanti pembangunan dilakukan, terutama akses lahan untuk pekerjaan penanganan abrasi,” katanya. Dia berharap kolaborasi semua pihak dapat mempercepat perlindungan kawasan pesisir Namodale. (NLL)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....