Gaungkan Semangat HPSN 2026, Gerakan Ekologis Mahasiswa Muhammadiyah Menggema
- 22 Feb 2026 12:46 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Dalam momentum peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kupang menggelar aksi dengan turun langsung membersihkan kawasan pesisir Pantai Pasir Panjang, Kota Kupang, Sabtu, 21 Februari 2026. Aksi bersih-bersih ini lahir dari kesadaran kolektif mahasiswa yang terbangun melalui kolaborasi lintas Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di lingkungan kampus.
Gerakan ini dipelopori oleh UKM Donasi Sampahmu.id sebagai inisiator utama dan melibatkan UKM Olahraga, Kesenian, Wirausaha, Relawan Multikultural, hingga IMM UM.Koe. Sekitar dua ratus mahasiswa terlibat aktif, menunjukkan komitmen nyata generasi muda terhadap persoalan sampah yang masih menjadi tantangan serius di Kota Kupang.
Ketua Umum Donasi Sampahmu.id, Lucianos De Hefrianto Persli, menegaskan pentingnya peran mahasiswa sebagai penggerak perubahan sosial dan ekologis. “Mahasiswa menjadi motor penggerak perubahan sosial baik ekologis maupun kebijakan, oleh karena itu diperlukan kesadaran yang utuh agar sejalan dengan arah gerakan sosial serta mendukung penuh gerakan mahasiswa, dan pemerintah sebagai pemangku kebijakan yang harus mengeluarkan regulasi yang mendukung gerakan mahasiswa serta melihat relevansinya dengan realitas sosial,” jelasnya.
Senada dengan itu, Ketua Korkom IMM UM.Koe, Fahridun, menekankan bahwa gerakan lingkungan harus dilandasi niat dan kesadaran, bukan sekadar ikut-ikutan. “Aksi yang dilakukan ini harus didasari oleh kesadaran, bukan karena unsur pemaksaan atau hanya sekadar ikut-ikutan, karena aksi ini sangat diperlukan oleh mahasiswa sebagai inisiator gerakan yang menjadi parameter keberhasilan serta melahirkan gagasan ekologis yang mengedepankan keadilan dan kesejahteraan,” ujarnya.
Fahridun juga menyoroti pentingnya sikap kritis mahasiswa terhadap regulasi yang belum sepenuhnya berpihak pada keadilan sosial dan ekologis. Ia menegaskan bahwa keresahan terhadap persoalan sampah akibat perilaku tidak bertanggung jawab harus direspons dengan solusi konkret dan gerakan yang konsisten.
Sementara itu, Ketua Umum UKM Olahraga, Yanes Seran, mengaku kolaborasi lintas UKM ini memberi kesan mendalam, baik bagi mahasiswa maupun masyarakat sekitar. “Kolaborasi ini bukan sekadar seremonial, tetapi langkah strategis untuk mengatasi krisis sampah melalui aksi nyata dari hulu ke hilir, dan semoga terus berlanjut serta memberi dampak jangka panjang,” tutupnya.
Yanes berharap semoga kolaborasi ini dapat membuat upaya pelestarian lingkungan membawa dampak baik bagi masyarakat setempat dan menjadi abadi, bukan sekadar seremonial satu hari. Aksi bersih Pantai Pasir Panjang ini diharapkan menjadi contoh kolektif bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap pengelolaan sampah.
Selain membangun budaya disiplin membuang sampah pada tempatnya, gerakan ini juga mendorong sinergi antara mahasiswa dan pemerintah dalam mewujudkan Kota Kupang yang lebih bersih dan berkelanjutan. (AK)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....