Yayasan Harapan Sumba Bahas Riset ODDP
- 20 Feb 2026 16:03 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Sumba - Yayasan Harapan Sumba menggelar Pertemuan Berskala Para Aktivis di Hotel Sinar Tambolaka, Jumat 20 Februari 2026. Kegiatan ini dihadiri 28 aktivis dari organisasi penyandang disabilitas (OPDIS), komunitas dan NGO yang bekerja untuk isu disabilitas, organisasi mahasiswa, organisasi keagamaan, hingga media massa lokal. Para peserta merupakan pegiat isu disabilitas dari berbagai latar belakang organisasi kemasyarakatan.
Dalam pemaparannya, Albert selaku staf motorik dan regulasi Yayasan Harapan Sumba menyampaikan hasil riset terkait layanan dan pemenuhan hak Orang Dengan Disabilitas Psikososial (ODDP). Riset tersebut didukung program Dignity kerja sama Pemerintah Australia dan Indonesia melalui Bappenas, yang dilaksanakan di 10 kabupaten dan 6 provinsi, termasuk Kabupaten Sumba Barat Daya.
Sebanyak 204 ODDP menjadi responden dalam survei tersebut. Hasilnya menunjukkan 48 persen ODDP tidak pernah mengenyam pendidikan atau tidak bersekolah. Dari sisi kesehatan, hampir 48 persen responden mengaku tidak pernah mendapatkan pengobatan, sementara hampir 90 persen tidak memperoleh perawatan maksimal baik di puskesmas maupun rumah sakit. Dari 16 rumah sakit di Sumba Barat Daya, belum tersedia dokter spesialis kesehatan jiwa, dan baru satu dokter dari Dinas Kesehatan yang mendapat pelatihan ToT dan bertugas di Puskesmas Elopada.
Riset juga menemukan sebagian besar ODDP tidak memiliki alat bantu sesuai kondisi yang dialami. Dalam aspek sosial ekonomi, banyak ODDP yang bekerja namun tidak menerima upah atau imbalan layak. Praktik pemasungan disebut sudah tidak dibenarkan karena melanggar aturan, namun masih terjadi akibat keterbatasan fasilitas dan minimnya ruang penanganan khusus bagi ODDP. Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat sebenarnya telah terbentuk di Sumba Barat Daya sejak Juli lalu, namun implementasinya belum berjalan maksimal.
Melalui pertemuan ini, para aktivis mendorong penguatan layanan kesehatan jiwa, penyediaan tenaga profesional, akses pendidikan inklusif, serta perlindungan hak kerja bagi ODDP. Yayasan Harapan Sumba berharap kolaborasi lintas sektor dapat menjadi langkah nyata menghadirkan layanan yang bermartabat dan inklusif, sehingga ODDP di Sumba Barat Daya memperoleh hak, kesempatan, dan masa depan yang lebih baik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....