WHO Soroti Pentingnya Teknologi Pendukung Paralimpiade Paris 2024
- 29 Agt 2024 15:16 WIB
- Kupang
KBRN, Kupang: Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bersama Komite Paralimpiade Internasional (IPC) bekerja sama untuk menyoroti pentingnya penggunaan teknologi alat bantu pada Paralimpiade Paris 2024. WHO bersama IPC akan memanfaatkan platform Paralimpiade untuk berbgai pesan dan informasi yang berfokus pada pentingnya teknologi pendukung, bagaimana atlet akan menggunakannya dan mengapa akses universal ini sangatlah penting.
Melansir laman WHO, kampanye ini akan menampilkan kisah-kisah pribadi dari para atlet yang mengandalkan teknologi bantu untuk olahraga dan juga kehidupan mereka sehari-hari serta menyoroti keberhasilan nasional dalam memajukan akses terhadap produk-produk kesehatan yang penting. Menurut Direktur Jenderal WHO, Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus, di seluruh dunia, banyak orang yang masih belum memiliki akses terhadap teknologi pendukung yang penting, karena tingginya biaya dan juga ketersediaannya yang kurang.
“Kami menyerukan kepada pemerintah, donator dan masyarakat sipil untuk memprioritaskan produk-produk yang terabaikan namun sangat vital, dengan mengintegrasikannya ke dalam program layanan kesehatan primer sebagai bagian dari perjalanan mereka menuju jaminan kesehatan universal,” ujarnya.
Sementara itu, Andrew Parsons, selaku Presiden IPC mengatakan, Paralimpiade adalah satu-satunya ajang global yang mengedepankan penyandang disabilitas dan pentingnya teknologi untuk mendukung para atlet berkompetisi di level tertinggi. Teknologi ini memungkinkan para atlet untuk mendefinisikan kembali apa yang dapat dilakukan dalam olahraga dan dapat menginspirasi jutaan orang di seluruh dunia.
WHO memperkirakan bahwa akses terhadap teknologi pendukung masih sangat terbatas di banyak belahan dunia, dimana ada sekitar lebih dari 2,5 miliar orang yang membutuhkan teknologi pendukung. Tanpa akses terhadap teknologi bantu, penyandang disabilitas tidak mendapatkan hak untuk berpartisipasi dalam semua aspek kehidupan, juga lebih beresiko dikucilkan, terisolasi dan tertinggal. (JR)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....