Suplai BBM Terhambat, PLN Rote Lakukan Padam Bergilir

  • 23 Jan 2026 00:18 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID,Rote – Cuaca ekstrem di Selat Rote, khususnya perairan Pukuafu sampai saat ini menghambat pengiriman BBM ke PLTD Rote Ndao. Kondisi ini memaksa PLN menerapkan pemadaman listrik bergilir.

Berdasarkan rilis BMKG Maritim Kupang, tinggi gelombang di Selat Rote mencapai 2,5 hingga 4 meter. Situasi tersebut membuat kapal pengangkut BBM belum dapat berlayar menuju Rote Ndao.

Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas III Kupang telah mengeluarkan tiga kali imbauan cuaca buruk. Larangan berlayar terakhir dirilis pada 20 Januari 2026 dan berlaku hingga 23 Januari 2026.

Manager Unit Pelayanan Pelanggan (ULP) PLN Rote Ndao, Yohanes Fernandes Lay, membenarkan stok BBM pembangkit saat ini sangat terbatas. “Pemadaman bergilir dilakukan untuk menjaga agar tidak terjadi pemadaman total,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Kamis, 22 Januari 2026.

Ia menjelaskan, pemadaman diperkirakan berlangsung hingga 31 Januari 2026, menyesuaikan kondisi cuaca dan suplai BBM. “Selama suplai belum masuk, kami harus mengatur beban secara bergilir,” katanya.

Menurut Yohanes, dropping BBM terakhir diterima PLN Rote Ndao pada 10 Januari 2026. Sementara larangan berlayar mulai berlaku sejak 13 Januari 2026.

“Jika listrik dioperasikan tanpa pemadaman, stok hanya bertahan sampai 25 Januari,” ujarnya. Saat ini, sisa BBM hanya mencukupi sekitar lima hari operasi.

PLN telah menyiapkan sejumlah langkah alternatif pengiriman BBM ke Rote Ndao. “Kami berkoordinasi dengan KSOP untuk opsi kapal navigasi,” kata Yohanes.

Selain itu, PLN juga berkoordinasi dengan PT Nindya Karya terkait opsi peminjaman BBM. Kapal tanker BBM sebenarnya telah siap berlayar sejak 17 Januari, namun terkendala cuaca.

Untuk jangka panjang, PLN membangun tambahan tangki BBM berkapasitas 500 kiloliter. “Target selesai Maret 2026 dan hari operasi naik dari 15 menjadi 28 hari,” ujarnya.

Ia mengimbau masyarakat tidak berspekulasi terkait pemadaman listrik yang terjadi. “Tidak ada hal lain di balik pemadaman ini, semua murni faktor cuaca,” tutupnya. (Radja)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....