Camat Rote Timur Tegaskan Banjir Bukan Dampak K-SIGN

  • 19 Jan 2026 05:45 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Rote - Kecamatan Rote Timur dan sebagian Kecamatan Landu Leko, Kabupaten Rote Ndao, Provinsi NTT beberapa hari terakhir ini kembali dilanda banjir akibat curah hujan tinggi. Luapan air bercampur lumpur menutup jalan dan lahan sawah warga setempat.

Peristiwa ini terjadi di sekitar lokasi Proyek Strategis Nasional Kawasan Sentra Industri Garam Nasional atau K-SIGN. Di media sosial, muncul opini yang mengaitkan banjir dengan pembangunan industri garam.

Camat Rote Timur Milian Bulan menegaskan banjir telah terjadi jauh sebelum proyek dimulai. “Banjir dan luapan air ini bukan hal baru, sudah lama terjadi,” ujarnya kepada RRI, Sabtu 17 Januari 2026.

Ia menyebut intensitas hujan tinggi menjadi faktor utama penyebab banjir di wilayah tersebut. “Pekerja PT Nindya Karya juga ikut membantu membersihkan lumpur di jalan,” kata Milian.

Kepala Desa Serubeba Johanis Poy menyampaikan kondisi serupa telah dialami warganya sejak bertahun-tahun lalu. “Genangan air sudah ada sebelum pembangunan tambak garam,” ucapnya.

Ia mengajak masyarakat tetap mendukung kehadiran industri garam nasional di Rote Ndao. “Dampak positifnya besar bagi kesejahteraan dan ekonomi warga,” katanya.

Wakil Project Manager PT Nindya Karya, Eko, menegaskan proyek garam tidak menimbulkan dampak negatif. “Industri ini membuka lapangan kerja dan peluang ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan serta pemerintah daerah. “Crossing kami perbesar, saluran air dibenahi, drainase diperkuat,” katanya.

Langkah teknis tersebut diharapkan meminimalkan risiko banjir di sekitar kawasan proyek. Pembangunan K-SIGN diharapkan berjalan lancar dan tetap aman bagi masyarakat. (Radja)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....