Sering Mengisap Jari Saat Luka Ini Faktanya
- 18 Des 2025 07:07 WIB
- Kupang
KBRN,Kupang: Mengisap jari saat terluka sering dianggap sebagai refleks alami untuk meredakan nyeri. Banyak orang percaya air liur dapat membantu menghentikan darah dan mempercepat penyembuhan luka kecil. Kebiasaan ini bahkan kerap dilakukan tanpa berpikir panjang, terutama saat luka terjadi secara tiba-tiba.
Dilansir dari laman hellosehat.com, faktanya, air liur memang mengandung enzim dan protein tertentu yang berperan dalam proses awal penyembuhan jaringan. Secara ilmiah, zat seperti histatin diketahui dapat membantu melawan bakteri dan merangsang regenerasi sel. Inilah alasan mengapa sebagian orang merasa luka cepat “kering” setelah diisap.
Namun, mulut bukanlah lingkungan yang steril. Di dalamnya terdapat jutaan bakteri yang berpotensi masuk ke luka terbuka. Alih-alih sembuh, luka justru bisa mengalami infeksi, terutama jika luka cukup dalam atau kotor sejak awal.
Risiko infeksi akan semakin besar pada anak-anak atau orang dengan daya tahan tubuh rendah. Luka yang awalnya ringan bisa berubah menjadi bengkak, kemerahan, bahkan bernanah. Kondisi ini sering terjadi karena kebiasaan mengisap jari dilakukan berulang tanpa membersihkan luka terlebih dahulu.
Cara paling aman untuk menangani luka kecil adalah membersihkannya dengan air mengalir, lalu menutupnya dengan plester atau kasa bersih. Dengan perawatan sederhana namun tepat, luka akan sembuh lebih optimal tanpa risiko tambahan. Jadi, meski terlihat sepele, kebiasaan mengisap jari saat luka sebaiknya mulai ditinggalkan. (Daten)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....