Gaslighting Bukan Sekadar Berbohong, Ini Perbedaannya Jelas
- 08 Des 2025 18:13 WIB
- Kupang
KBRN,Kupang: Gaslighting merupakan salah satu bentuk manipulasi psikologis yang jauh lebih berbahaya dibanding sekadar berbohong. Pelaku gaslighting membuat korbannya meragukan kenyataan, bahkan dirinya sendiri. Sementara berbohong hanya berkaitan dengan menyembunyikan atau memutarbalikkan fakta, gaslighting memengaruhi pikiran dan emosi korban secara mendalam.
Dilansir dari laman alodokter.com, dalam kebohongan biasa, seseorang mungkin hanya ingin menghindari masalah atau mendapatkan keuntungan tertentu. Namun pada gaslighting, pelaku berupaya mengendalikan korban dengan membuatnya merasa salah, tidak kompeten, atau terlalu sensitif. Hal ini dilakukan secara bertahap hingga korban kehilangan kepercayaan diri.
Gaslighting sering terjadi dalam hubungan dekat, baik itu pasangan, keluarga, maupun pertemanan. Pelaku biasanya menggunakan kalimat yang meremehkan, menyangkal pengalaman korban, atau mengubah alur cerita seolah korban yang mengingat salah. Tujuannya adalah agar pelaku selalu memiliki posisi dominan dalam hubungan tersebut.
Akibat gaslighting bisa sangat serius. Korban dapat mengalami stres berkepanjangan, kecemasan, bahkan depresi karena terus merasa ragu pada persepsi dan penilaiannya sendiri. Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa merusak kesehatan mental dan kualitas hidup secara keseluruhan.
Memahami perbedaan gaslighting dan berbohong sangat penting agar kita dapat mengenali tanda-tandanya sejak awal. Jika menemukan perilaku manipulatif seperti ini, penting mencari dukungan dari orang yang dipercaya atau tenaga profesional. Kesadaran dan keberanian mengambil langkah adalah kunci untuk keluar dari hubungan yang toksik. (Daten)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....