Ts’ai Lun: Penemu Kertas dari Tiongkok Mengubah Peradaban
- 20 Okt 2025 08:30 WIB
- Kupang
KBRN,Kupang : Siapa sangka, selembar kertas yang setiap hari kita gunakan untuk menulis, mencatat, atau membaca buku ternyata memiliki kisah panjang ribuan tahun lalu. Adalah Ts’ai Lun (Cai Lun), seorang pejabat istana dari Dinasti Han di Tiongkok, yang menjadi tokoh penting di balik penemuan besar ini.
Sekitar tahun 105 Masehi, Ts’ai Lun mencari cara baru agar masyarakat dapat menulis lebih mudah dan murah. Sebelum masa itu, tulisan di Tiongkok ditorehkan pada bambu, kain sutra, dan kulit binatang — bahan-bahan yang mahal dan sulit disimpan.
Dengan ketekunannya, Ts’ai Lun berhasil menemukan formula baru. Ia mencampurkan serat kulit pohon murbei, kain bekas, jaring ikan tua, dan rami, kemudian menumbuknya hingga halus, mencampurnya dengan air, lalu menyaring dan mengeringkannya menjadi lembaran tipis. Lembaran itulah yang kini kita kenal sebagai kertas pertama di dunia.
Penemuan Ts’ai Lun menjadi tonggak besar dalam sejarah manusia. Kertas membuat pencatatan, pendidikan, dan penyebaran ilmu pengetahuan menjadi jauh lebih mudah. Dari Tiongkok, teknologi ini menyebar melalui Jalur Sutra ke Arab, lalu ke Eropa, hingga akhirnya mendunia.
Tak heran, Ts’ai Lun dikenang sebagai “Bapak Kertas Dunia”, karena temuannya telah mengubah cara manusia berpikir, belajar, dan berkomunikasi.
Hingga kini, nama Ts’ai Lun masih dihormati di Tiongkok dan di seluruh dunia. Di beberapa museum sejarah, termasuk di Beijing, terdapat patung dan replika alat pembuat kertas kuno sebagai bentuk penghargaan terhadap jasanya.
Dari tangan seorang pejabat istana di abad pertama, lahirlah temuan sederhana namun berpengaruh besar: kertas — medium yang menulis sejarah peradaban manusia itu sendiri. (TP)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....