Makna Tersembunyi Seruan Yesus: Eli, Eli, Lama Sabakhtani

  • 18 Apr 2025 13:18 WIB
  •  Kupang

KBRN, Rote: Dalam suasana sakral Jumat Agung, umat Kristiani di seluruh dunia mengenang penderitaan dan wafatnya Yesus Kristus di kayu salib. Di antara tujuh perkataan terakhir-Nya, satu kalimat menggema hingga kini: “Eli, Eli, lama sabakhtani.”

Kalimat itu berarti, “Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?” sebuah seruan yang kerap dianggap sebagai ungkapan keputusasaan. Namun jika ditelusuri lebih dalam, kalimat tersebut justru sarat makna pengharapan.

Seruan Yesus itu bukan ucapan spontan. Ia mengutip langsung Mazmur 22:2, nyanyian Raja Daud yang berbunyi serupa. Dalam tradisi Yahudi, mengutip satu ayat berarti merujuk pada keseluruhan teks. Mazmur 22 memang diawali dengan ratapan, namun berakhir dengan pujian dan kemenangan.

Mazmur 22 dalam teks Ibrani diberi judul “Ayelet HaShachar”, yang berarti “Rusa Betina di Kala Fajar”. Frasa ini diyakini oleh sejumlah rabi Yahudi, seperti Raymond Apple, sebagai simbol profetik yang merujuk pada Ratu Ester.

Dalam kisahnya, Ester menghadapi ancaman genosida terhadap bangsanya. Ia berpuasa selama tiga hari sebelum menghadap Raja Ahasyweros tanpa undangan resmi. Menurut tradisi Yahudi, Ester membaca Mazmur 22 dalam ketakutan dan keheningan doa. Namun mukjizat terjadi, dan bangsanya selamat.

Yesus, yang tergantung di kayu salib, melihat ibunya dan para perempuan yang menangis. Dengan suara lemah, Ia berseru: “Eli, Eli, lama sabakhtani.” Seolah mengingatkan: “Ibu, ingatlah nyanyian rusa betina di kala fajar.”

Seperti Ester diselamatkan pada hari ketiga, demikian pula Anak Manusia akan bangkit pada hari ketiga. Seruan itu bukan keluhan, melainkan penegasan bahwa nubuat akan segera tergenapi.

Sejak peristiwa itu, Mazmur 22 menjadi nyanyian pengharapan yang kerap didendangkan oleh para ibu Yahudi dalam menghadapi pergumulan hidup. Bagi umat Kristiani, makna ini menguatkan iman akan kebangkitan Yesus, kemenangan atas maut, dan keselamatan bagi dunia. (NLL)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....