Penggunaan Ponsel Ganggu Interaksi Orangtua dan Anak
- 03 Apr 2025 19:11 WIB
- Kupang
KBRN, Rote: Pengasuhan anak memerlukan interaksi sosial yang baik dan keterlibatan penuh orangtua. Pola asuh yang tepat mendukung tumbuh kembang anak secara fisik, emosional, sosial, dan psikologis. Teknologi yang berkembang pesat membawa tantangan baru dalam pengasuhan modern. Ponsel menjadi perangkat utama yang memengaruhi pola interaksi antara orangtua dan anak.
Penggunaan ponsel dapat menyebabkan distraksi yang mengganggu interaksi sosial orangtua dan anak. Layar kecil ponsel menarik perhatian dan mengurangi fokus orangtua dalam berkomunikasi. Studi Gaudreau et al. (2022) menunjukkan bahwa ponsel mengurangi responsivitas orangtua terhadap anak. Gangguan ini dapat berdampak pada pola interaksi dan keterlibatan sosial dalam proses pengasuhan.
Penelitian Nomkin & Gordon (2021) mengungkapkan bahwa penggunaan ponsel saat menyusui mengurangi kontak mata ibu dengan bayi. Sementara itu, Vik et al. (2021) menemukan bahwa orangtua yang menggunakan ponsel saat makan bersama anak cenderung kurang responsif. Kebiasaan ini berpotensi menciptakan praktik pemberian makan yang negatif bagi anak. Ketidakhadiran perhatian orangtua dapat berdampak pada kebiasaan makan anak yang buruk.
Gaudreau et al. (2022) juga menyatakan bahwa penggunaan ponsel dapat menurunkan frekuensi bicara orangtua dengan anak. Akibatnya, jumlah pertanyaan yang diajukan anak juga berkurang. Padahal, komunikasi verbal sangat penting untuk mengembangkan kemampuan bahasa anak. Studi Reed et al. (2017) menegaskan bahwa keterlibatan orangtua dalam percakapan berperan besar dalam perkembangan bahasa anak.
Minimnya interaksi juga membuat orangtua kurang mampu mengenali isyarat atau pesan dari anak. Hal ini dapat menyebabkan gangguan komunikasi interpersonal di antara keduanya. Dolev-Cohen & Ricon (2022) menyebut fenomena ini sebagai technoference. Selain itu, penggunaan ponsel berlebihan juga berdampak negatif pada kualitas tidur, kesehatan mental, serta psikologis orangtua. McDaniel et al. (2023) mengungkapkan bahwa faktor ini berpengaruh pada pola pengasuhan anak.
Jika kecanduan ponsel terjadi pada orangtua, maka anak juga berisiko mengalami hal serupa. Li et al. (2022) menyatakan bahwa kecanduan ponsel ditandai dengan hilangnya kontrol diri dan penurunan produktivitas. Choe et al. (2022) menambahkan bahwa penggunaan ponsel pada anak berisiko menimbulkan gangguan regulasi diri. Anak yang terlalu sering menggunakan ponsel cenderung mengalami kesulitan dalam mengontrol emosi dan impuls.
Dampak penggunaan ponsel pada anak juga berpengaruh terhadap kesehatan dan perkembangan akademiknya. Duch et al. (2013) menjelaskan bahwa penggunaan ponsel secara berlebihan dapat menyebabkan obesitas, penurunan kognitif, serta gangguan kemampuan bahasa. Kurangnya keterlibatan orangtua dalam interaksi sosial menyebabkan anak mengalami gangguan perkembangan.
Berdasarkan berbagai penelitian, penggunaan ponsel yang tidak terkontrol membawa dampak negatif bagi interaksi orangtua dan anak. Orangtua diharapkan lebih sadar akan pentingnya keterlibatan aktif dalam pengasuhan. Dengan membatasi penggunaan ponsel, orangtua dapat membangun komunikasi yang lebih berkualitas dengan anak mereka.
(Sumber: kutipan tulisan Ayuzha Tidar Faradilla/Dirjen Rehabilitasi Sosial Kemensos)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....