Kecemasan Sosial Meningkat di Kalangan Remaja Akhir
- 02 Apr 2025 19:34 WIB
- Kupang
KBRN, Rote: Manusia sebagai makhluk sosial tidak bisa terlepas dari lingkungan sosialnya. Dalam berinteraksi, individu saling memengaruhi satu sama lain. Namun, beberapa orang mengalami kecemasan sosial yang membuat mereka takut berinteraksi dengan orang lain.
Kecemasan sosial adalah perasaan cemas berlebihan saat berhadapan dengan situasi sosial tertentu. Individu dengan kecemasan ini cenderung takut dipermalukan, ditolak, atau dipandang rendah. Situasi yang umum memicu kecemasan sosial antara lain berbicara di depan umum dan bertemu orang baru.
Menurut penelitian, remaja akhir berusia 18-22 tahun lebih rentan mengalami kecemasan sosial. Hal ini disebabkan oleh transisi dari masa sekolah ke masa mandiri. Mereka menghadapi tuntutan pendidikan, ekonomi, dan perkembangan sosial yang kompleks.
Gejala kecemasan sosial dapat berupa fisik dan emosional. Secara fisik, gejalanya meliputi wajah memerah, gemetar, jantung berdebar, hingga keringat berlebih. Secara emosional, penderitanya cenderung menutup diri, takut berinteraksi, dan sulit menjalin pertemanan.
Beberapa faktor dapat memicu kecemasan sosial, seperti faktor genetik, pola asuh orang tua, serta persepsi tentang keharmonisan keluarga. Anak yang dibesarkan oleh orang tua pencemas cenderung mengalami kecemasan sosial lebih tinggi.
Untuk mengatasi kecemasan sosial, ada beberapa teknik yang bisa dicoba. Teknik relaksasi pernapasan, berpikir positif, serta mempersiapkan diri sebelum menghadapi situasi sosial dapat membantu. Jika kecemasan berlebihan, sebaiknya berkonsultasi dengan psikolog agar mendapatkan bantuan profesional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....