Sekolah Minggu, Pendidikan Berharga bagi Anak-Anak
- 15 Feb 2025 00:00 WIB
- Kupang
KBRN, Rote : Melansir dari medsos Lembaga Alkitab Indonesia (LAI), Robert Raikes, pemilik The Gloucester Journal, terganggu suara gaduh anak-anak di luar kantornya. Anak-anak itu berpakaian lusuh, berbicara kasar, dan bermain di jalan setiap Minggu. Raikes pun mencari tahu penyebabnya.
Mereka tidak bersekolah karena bekerja di pabrik sepanjang pekan. Sebagai wartawan yang sering menulis kasus kriminal, Raikes khawatir anak-anak itu terseret ke dunia kejahatan. Ia lalu mencari solusi bersama Pendeta Thomas Stock.
Pada Juli 1780, mereka membuka sekolah bagi anak-anak tersebut. Raikes menyediakan sepatu, makanan, dan mengajarkan kebersihan. Ia mengajak anak-anak belajar setiap Minggu, mengenalkan mereka pada ajaran moral dan agama.
Awalnya, anak-anak membuat onar. Namun, seiring waktu, orang tua melihat manfaat sekolah tersebut. Konsep Sekolah Minggu pun berkembang ke berbagai negara, mengajarkan nilai-nilai moral melalui cerita Alkitab.
Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) mendukung pengembangan Sekolah Minggu di Indonesia. LAI menerbitkan "Kartu Cerita Alkitab" sebagai panduan bagi guru dan orang tua dalam mengajarkan kisah-kisah Alkitab kepada anak-anak. (Radja)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....