Manatika TTU Terancam Hilang jika Tak Dieksplorasi
- 21 Sep 2026 09:02 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Akademisi sekaligus peneliti olahraga tradisional, Rudobertus Talan, S.Pd., M.Pd., menilai olahraga tradisional Manatika asal Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) terancam punah dan kehilangan arah jika tidak dieksplorasi serta diintegrasikan ke dalam dunia akademik. Menurutnya, perkembangan zaman menjadi ancaman serius bagi kelestarian seni ketangkasan fisik peninggalan leluhur masyarakat Timor tersebut.
Hal itu diungkapkannya dalam siaran Obrolan Budaya di RRI Pro 4 Kupang pada Selasa, 25 Agustus 2026 malam. Rudobertus yang biasa disapa Rudo mengatakan, Manatika merupakan salah satu jenis olahraga tradisional tertua yang berkembang di wilayah Miomaffo Timur, Bikomi, dan Tunbaba, serta berakar dari tradisi kawasan Ambenu, Timor Leste.
Keunikan utama Manatika terletak pada posisinya, di mana para pemain saling beradu ketangkasan tendangan kaki dalam posisi saling membelakangi. Meskipun pertarungan dilakukan secara fisik, nilai sportivitas dan rasa kekeluargaan tetap dijunjung tinggi.
Setelah pertandingan usai, para pemain langsung berpelukan dan menyelesaikan perselisihan melalui tradisi adat.
"Manatika ini sangat unik karena para pemainnya saling menendang dengan posisi saling membelakangi, bukan berhadapan. Meski dalam permainan terjadi kontak fisik hingga luka, jiwa sportivitas dan persaudaraan," ujarnya.
Ia menambahkan, Manatika dahulunya kerap dimainkan sebagai hiburan pascaproses pemakaman atau usai panen, serta menjadi ajang pengujian kedewasaan dan ketangkasan bagi kaum pria di kampung. Guna meminimalisir cedera, pemain wajib menggunakan kain adat (beti) yang dililit melintang di bagian pinggang dan selangkangan.
Menurut Rudo, saat ini upaya digitalisasi serta formulasi aturan pertandingan seperti pembatasan waktu ronde dan sistem penilaian titik target mulai diterapkan oleh pemerintah daerah pada peringatan hari besar nasional.
Pihaknya kini tengah berupaya merancang penyusunan kurikulum agar Manatika dapat diintegrasikan ke dalam mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) serta ekstrakurikuler di sekolah-sekolah. (Daten)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....