Aloi'Nekaf Angkat Kekayaan Budaya Timor Melalui Musik

  • 21 Sep 2026 09:20 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Grup musik asal NTT, Aloi'Nekaf, terus berupaya menjaga dan melestarikan warisan budaya Timor melalui karya musik etnik kontemporer. Mengusung semangat merawat tradisi dan berkarya lewat musik, grup yang terbentuk sejak Juli 2024 ini memadukan instrumen tradisional seperti Bijol (alat musik petik tradisi Timor) dan Feku (alat musik tiup) dengan instrumen modern seperti gitar dan drum.

Vokalis Aloi'Nekaf, Niken, saat menjadi narasumber Obrolan Budaya di Pro 4 RRI Kupang, Kamis, 17 September 2026, mengatakan, pembentukan grup ini berawal dari kerinduan sesama teman gereja untuk mengangkat lagu daerah dan musik tradisi ke panggung yang lebih luas. Langkah ini sekaligus menjadi medium inovatif anak muda dalam menjaga identitas budaya di tengah arus modernisasi.

"Kami sudah diberi keahlian di bidang musik, jadi sangat sayang kalau tidak dipakai untuk mengembangkan budaya sendiri. Lewat musik, kami ingin menjaga adat sekaligus memperkenalkan budaya Timor ke khalayak luas," ujarnya.

Niken menjelaskan, Aloi'Nekaf yang memiliki arti "Mengusik Hati" ini membawakan lagu-lagu bertekstur etnik yang seluruh liriknya menggunakan bahasa daerah (Uab Meto). Melalui nama tersebut, diharapkan setiap nada, tutur adat, dan lirik berbahasa daerah yang dibawakan mampu menyentuh hati para pendengar dari berbagai kalangan

Pemain bijol dan bas Aloi'Nekaf, Ikiy, mengatakan, dalam penyusunan liriknya, Aloi'Nekaf juga melibatkan sosok penutur asli bahasa daerah sebagai penerjemah guna memastikan kesesuaian frasa dan kelestarian tutur adat Timor.

Ikiy menambahkan, saat ini, Aloi'Nekaf sedang menggarap album perdana mereka yang ditargetkan rampung pada tahun ini. Album tersebut akan memuat sekitar enam lagu yang merangkum berbagai nilai serta kearifan lokal masyarakat Timor, seperti tradisi Oko Mama, rumah adat Ume Kbubu, hingga tutur adat dan tarian tradisional.

Ikiy menjelaskan bahwa kecintaan terhadap budaya lokal tidak bisa dipaksakan, melainkan harus dipupuk melalui proses belajar dan keberanian anak muda untuk menampilkan karya tradisi secara percaya diri.

"Sebagai orang Timor, motivasi utama kami adalah melestarikan apa yang kami miliki. Kami ingin membuktikan bahwa musik tradisi tidak kalah menarik dari musik modern luar, sehingga makin banyak anak muda yang bangga akan budayanya," kata Ikiy. (Daten)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....