Jadi Sorotan, Jadwal Lomba FTBI Khusus Mata Lomba Kabalai Akan Ditata Ulang

  • 29 Agt 2026 16:21 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Rote - Dinas Pendidikan Kabupaten Rote Ndao memastikan akan melakukan penataan waktu pelaksanaan Lomba Kabalai dalam rangkaian Festival Tunas Bahasa Ibu agar kegiatan tidak berlangsung hingga larut malam. Penataan tersebut dilakukan menyusul adanya keluhan sejumlah orang tua peserta terkait durasi kegiatan yang dinilai cukup panjang.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Rote Ndao, Morids D. E. Bulan, S.Pd., M.Si., saat diwawancarai RRI melalui sambungan telepon, Kamis (27/8/2026) malam, menjelaskan bahwa sejak awal panitia bersama pihak sekolah telah menyepakati durasi penampilan setiap peserta sekitar lima menit. Pelaksanaan lomba juga telah dirancang berlangsung selama dua hari.

Namun, dalam pelaksanaannya terdapat sejumlah peserta yang menggunakan waktu hingga sekitar sepuluh menit. Kondisi tersebut menyebabkan durasi keseluruhan lomba menjadi lebih panjang dan berpotensi membuat kegiatan berlangsung hingga malam hari.

“Dari awal kita sudah sepakati lima menit. Kalau semua mengikuti waktu yang sudah disepakati, sebenarnya tidak sampai larut malam. Ini juga kita atur supaya anak-anak, terutama yang sekolahnya jauh, tidak terlalu lama menunggu,” ujar Morids.

Morids mengatakan, penataan waktu penting dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi peserta didik, khususnya mereka yang berasal dari sekolah dengan lokasi yang cukup jauh. Pihaknya mengupayakan agar peserta tidak terlalu lama menunggu giliran tampil sehingga dapat kembali ke rumah pada waktu yang wajar. Ia juga menyebut keluhan orang tua muncul setelah adanya informasi bahwa kegiatan dapat berlangsung hingga pukul 04.30 dini hari.

“Kalau waktu penampilan sesuai dengan kesepakatan, tidak mungkin sampai jam empat atau setengah lima pagi. Jadi kita harapkan semua peserta bisa mengikuti ketentuan waktu yang sudah ditetapkan,” katanya.

Morids menegaskan, Lomba Kabalai merupakan bagian dari Festival Tunas Bahasa Ibu yang terintegrasi dengan program Kementerian Pendidikan Republik Indonesia. Peserta yang meraih juara pertama berkesempatan mewakili daerah ke tingkat provinsi dan selanjutnya mengikuti tahapan tingkat nasional. Selain itu, peserta juga berkesempatan memperoleh sertifikat sebagai siswa berprestasi. Dinas Pendidikan mengajak sekolah dan orang tua mendukung kegiatan tersebut dengan tetap memperhatikan kondisi dan kenyamanan anak-anak, sehingga lomba dapat berlangsung tertib, efektif, serta tidak membebani peserta maupun orang tua. (RH)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....