Sebanyak 303 Peserta Ramaikan FTBI Rote Ndao dengan Lima Mata Lomba
- 29 Agt 2026 16:04 WIB
- Kupang
Poin Utama
- Festival Tunas Bahasa Ibu 2026 di Kabupaten Rote Ndao diikuti oleh 303 peserta dari berbagai sekolah yang berlangsung selama dua hari.
- Lima kategori lomba yang diperlombakan mencakup tutur adat, pidato, cerita rakyat, tarian tradisional kebalai, dan stand up comedy.
- Kegiatan festival diselenggarakan di dua lokasi utama yaitu Rumah Jabatan Bupati dan Lapangan Christian Nehemia Dillak pada 27-28 Agustus 2026.
RRI.CO.ID, Rote - Sebanyak 303 peserta meramaikan Festival Tunas Bahasa Ibu atau FTBI 2026 Kabupaten Rote Ndao. Mereka berasal dari berbagai sekolah dan mengikuti lima mata lomba selama dua hari dari Kamis, 27-28 Agustus 2026.
Lima kategori yang diperlombakan yakni tutur adat, pidato, cerita rakyat, tarian tradisional kebalai, dan stand up comedy. Kegiatan berlangsung di Rumah Jabatan Bupati serta Lapangan Christian Nehemia Dillak.
Hari pertama diikuti 158 peserta, sedangkan hari kedua diikuti 145 peserta. Padatnya jumlah peserta membuat panitia membagi jadwal perlombaan menjadi beberapa sesi.
Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Rote Ndao, Febriana Fanggidae, mengatakan antusiasme peserta menjadi tantangan sekaligus kekuatan FTBI. Panitia berupaya menyesuaikan jadwal dengan waktu dan anggaran yang tersedia.
“Kalau total semua itu sekitar 303 peserta dan sesuai DPA hanya tersedia waktu dua hari,” kata Febriana yang juga Ketua Panitia Pelaksana. Menurutnya, pengaturan jadwal dilakukan sejak rapat teknis bersama peserta dan pembimbing.

Salah satu lomba yang membutuhkan waktu cukup panjang ialah kebalai. Durasi penampilan yang mencapai sepuluh menit membuat perlombaan dapat berlangsung hingga dini hari.
Febriana mengatakan pihaknya tetap mempertimbangkan kondisi anak-anak yang mengikuti perlombaan. Sekolah diminta menyiapkan tempat singgah agar peserta dapat beristirahat sebelum jadwal tampil.
FTBI tidak hanya menjadi ajang kompetisi antarsekolah di Rote Ndao. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi peserta didik mempertahankan bahasa ibu, budaya, kreativitas, dan keberanian tampil.
Dinas Pendidikan berharap antusiasme peserta terus meningkat pada pelaksanaan berikutnya. Pelestarian bahasa dan budaya daerah diharapkan tumbuh melalui keterlibatan aktif generasi muda. (Radja)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....