Kokurikuler Batik Jumputan Tumbuhkan Kreativitas Siswa

  • 13 Agt 2026 06:36 WIB
  •  Kupang

RRI CO ID, Kupang - Pembelajaran berbasis pengalaman menjadi salah satu pendekatan untuk memperkuat kreativitas sekaligus kecintaan siswa terhadap budaya Indonesia. Hal itu diwujudkan melalui kegiatan kokurikuler bertema “Merajut Kreativitas, Melestarikan Budaya: Belajar Batik Jumputan Teknik Ikat Bersama Seniman.”

Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk mempelajari dan mempraktikkan secara langsung teknik ikat celup atau batik jumputan dengan pendampingan seniman. Proses pembelajaran tidak berhenti pada pengenalan teori, tetapi diarahkan pada kemampuan siswa menghasilkan karya secara mandiri dan kolaboratif.

Dalam praktiknya, siswa mempelajari tahapan pembuatan batik jumputan, mulai dari menentukan pola, melakukan teknik pengikatan kain, menyiapkan pewarna, hingga melihat perubahan warna dan motif setelah proses pewarnaan.

Pendekatan tersebut sekaligus menghubungkan sejumlah kompetensi pembelajaran. Seni Budaya diterapkan melalui eksplorasi motif dan komposisi visual, IPA melalui pemahaman proses pewarnaan, sedangkan Bahasa Indonesia diperkuat melalui kemampuan siswa menjelaskan tahapan kerja serta mempresentasikan hasil karyanya.

Keterlibatan seniman menjadi bagian penting dalam kegiatan ini karena siswa memperoleh pengalaman belajar langsung dari praktisi. Mereka tidak hanya mengenal batik sebagai produk budaya, tetapi memahami proses kreatif di balik lahirnya sebuah karya.

Kegiatan kokurikuler ini juga mendorong pengembangan keterampilan nonakademik, seperti ketelitian, kreativitas, komunikasi, kerja sama, dan kemampuan memecahkan persoalan selama proses pembuatan karya.

Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan gaya hidup generasi muda, pengenalan budaya melalui pengalaman langsung dinilai penting agar warisan budaya tidak sekadar dipelajari sebagai materi pembelajaran, tetapi dipahami, diapresiasi, dan dikembangkan.

Melalui batik jumputan, siswa belajar bahwa pelestarian budaya dapat dilakukan dengan cara yang kreatif dan relevan. Karya yang dihasilkan menjadi bagian dari proses pendidikan sekaligus upaya menyiapkan generasi muda sebagai pelaku pelestarian budaya Indonesia. (As)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....