Sejarah Rote Simpan Beragam Penamaan
- 27 Jul 2026 14:04 WIB
- Kupang
Poin Utama
- Pulau Rote memiliki sejarah panjang perubahan nama sejak era pelayaran bangsa Eropa dengan berbagai pencatatan dalam sumber historis.
- Dalam arsip Pemerintah Hindia Belanda, pulau ini tercatat dengan nama Rotti atau Rottij sebelum mengalami perubahan penyebutan.
- Nama pulau berevolusi menjadi Roti dalam berbagai dokumen resmi Hindia Belanda seiring berjalannya waktu.
RRI.CO.ID, Rote - Pulau Rote menyimpan sejarah panjang tentang asal-usul penamaannya sejak masa pelayaran bangsa Eropa. Beragam sumber sejarah mencatat nama pulau ini mengalami perubahan selama berabad-abad.
Dalam arsip Pemerintah Hindia Belanda, pulau ini ditulis sebagai Rotti atau Rottij. Seiring waktu, penyebutan tersebut berubah menjadi Roti dalam berbagai dokumen resmi.
Masyarakat setempat justru lebih akrab menyebut pulau ini Rote atau Lote. Perbedaan penyebutan dipengaruhi sembilan dialek lokal yang berkembang di Pulau Rote.
Sejumlah literatur juga mencatat beberapa nama tradisional bagi Pulau Rote. Di antaranya Lolo Deo Do Tenu Hatu, Nes Do Male, dan Lino Do Nes.
Legenda lain mengisahkan asal nama Rote dari percakapan nelayan dengan pelaut Portugis. Kisah tersebut hingga kini masih menjadi bagian cerita yang diwariskan masyarakat.
Sejarawan James J. Fox mencatat dokumen Portugis abad ke-16 menggunakan nama Rotes dan Enda. Peta Belanda juga pernah menuliskan Rotthe, Rotto, hingga Rotti.
Fox menyebut salah satu peta abad ke-17 menggunakan nama Noessa Dahena. Nama itu berarti Pulau Manusia dalam salah satu dialek masyarakat Rote.
"Nama Rote lebih populer dan digunakan masyarakat hingga sekarang," tulis James J. Fox dalam kajiannya. Penyebutan itu juga lebih dikenal masyarakat Nusa Tenggara Timur.
Meski beberapa dokumen pemerintah pusat masih memakai nama Roti, masyarakat tetap mempertahankan nama Rote. Ungkapan adat Nusa Lote le Malole terus menjadi identitas budaya masyarakat Pulau Rote.
Pelestarian sejarah penamaan Pulau Rote dinilai penting memperkuat jati diri daerah. Kekayaan sejarah tersebut sekaligus menjadi daya tarik wisata budaya di Kabupaten Rote Ndao. (Radja/Pemda)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....