Pembukuan Tradisi Marapu Perkuat Pelestarian Budaya Masyarakat Sumba
- 16 Jul 2026 12:43 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang – Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Undana sekaligus Peneliti, Paulina M.Y. Kosat, S.Pd., M.Hum., mendokumentasikan kearifan lokal Sumba melalui buku bertema ekoteologi Marapu. Langkah pembukuan ini dinilai krusial sebagai upaya menyelamatkan sekaligus mewariskan tradisi lisan cinta alam masyarakat Marapu kepada generasi penerus di tengah arus modernisasi.
Peneliti yang akrab disapa Kakak Jovin ini menjelaskan bahwa masyarakat Marapu memiliki kekayaan tradisi bertutur yang sangat kuat mengenai hubungan manusia dengan alam. Namun, minimnya dokumentasi tertulis memicu kekhawatiran akan hilangnya nilai-nilai tersebut jika penutur utamanya telah tiada.
“Masyarakat Sumba memiliki kebiasaan bertutur, sehingga tidak banyak orang yang menuliskan ini. Jika sewaktu-waktu penutur utamanya mangkat, buku ini diharapkan dapat menjadi pegangan yang kuat bagi generasi berikutnya agar tetap menjaga dan mewariskan tuturan tradisi lisan tersebut,” kata Jovin saat berdialog dalam Obrolan Budaya di RRI Kupang.
Ia menambahkan, salah satu tantangan terbesar dalam penyusunan buku ini adalah mengalihbahasakan syair-syair adat dari bahasa Loli ke dalam bahasa Indonesia dengan tetap mempertahankan kedalaman maknanya.
Jovin berharap buku ini tidak sekadar menjadi dokumen akademik, tetapi juga menjadi fondasi bagi penguatan kurikulum muatan lokal melalui gagasan pembentukan sekolah adat bagi generasi muda.
“Saya pikir penting karena sekarang muatan lokal yang ada di sekolah-sekolah itu tidak menerjemahkan, hanya menerjemahkan secara garis besar tentang ee apa itu budaya sebenarnya, tetapi tidak melihat hal-hal yang lebih spesifik dalam kebudayaan itu,” harap Jovin.
Melalui kodifikasi dokumen tertulis ini, diharapkan pengakuan terhadap pengetahuan lokal masyarakat adat di Sumba semakin kuat. Buku ini juga ditargetkan mampu menjadi media pembelajaran yang efektif agar kekayaan budaya NTT tidak tergerus oleh perkembangan zaman dan media sosial. (Daten)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....