DPPKB Kota Kupang Soroti Fenomena Fatherless, Ajak Ayah Lebih Aktif Mengasuh Anak
- 29 Jun 2026 16:46 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang – Fenomena fatherless atau minimnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak menjadi perhatian serius Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Kupang. Melalui momentum Hari Keluarga Nasional 2026, DPPKB mengajak para ayah untuk lebih aktif hadir dalam kehidupan anak sebagai bagian dari upaya membangun keluarga yang berkualitas.
Kepala DPPKB Kota Kupang, drg. Fransisca J. H. Ikasasi dalam Wawancara Kupang Pagi Ini di Pro 1 RRI Kupang Senin, 29 Juni 2026 mengatakan, pihaknya tengah menggaungkan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) sebagai salah satu program prioritas dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga). Program tersebut dirancang untuk memperkuat peran ayah dalam pengasuhan sekaligus menjawab meningkatnya fenomena fatherless di tengah masyarakat.
"Gerakan Ayah Siaga atau Gerakan Ayah Teladan Indonesia ini untuk mengoptimalkan peran ayah menjawab fenomena fatherless. Sekarang yang menjadi tema dari Kemendukbangga adalah Ayah Wajib Hadir," ujar Francisca.
Menurut Francisca, kehadiran ayah tidak harus diwujudkan melalui hal-hal besar, melainkan dimulai dari kebiasaan sederhana yang menunjukkan perhatian kepada anak. Ia mencontohkan keterlibatan ayah saat mengambil rapor di sekolah, mengantar atau menjemput anak, hingga mendampingi mereka dalam berbagai aktivitas sehari-hari.
"Yang paling kecil saja itu peran ayah bagaimana mengambil rapor anak di sekolah, atau menjemput anak sekolah. Kalau dulu mungkin lebih banyak mama, tetapi sekarang ayah juga diwajibkan hadir. Inilah fungsi keluarga yang mulai kita kuatkan kembali," katanya.
Untuk memperluas gerakan tersebut, DPPKB Kota Kupang telah melakukan sosialisasi di enam kecamatan melalui kerja sama dengan gereja, masjid, serta berbagai organisasi masyarakat. Edukasi juga disertai penyampaian contoh nyata mengenai pentingnya kehadiran ayah sebagai sahabat, pendamping, sekaligus teladan bagi anak dalam kehidupan sehari-hari.
Francisca menambahkan, salah satu contoh yang terus didorong kepada masyarakat adalah kepedulian seorang ayah terhadap setiap momen penting anak. Menurutnya, keluarga yang kuat tidak hanya dibangun melalui pemenuhan kebutuhan ekonomi, tetapi juga dari kehadiran emosional ayah yang konsisten sehingga anak dapat tumbuh dengan rasa aman, percaya diri, dan memiliki karakter yang baik. (DB)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....